Selasa, 04 Agustus 2026

Menko PM H.A.Muhaimin Iskandar Dorong Percepatan Pemberdayaan Masyarakat

CIANJUR, agistanews.com II Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai upaya meningkatkan kualitas penempatan serta menjamin perlindungan pekerja di luar negeri.

Dalam arahannya, H.A.Muahaimin Iskandar,  perwakilan Pemerintah Daerah menyampaikan bahwa arah penempatan PMI ke depan akan diprioritaskan pada sektor strategis, industri, dan pekerjaan formal. Kebijakan ini bertujuan mengurangi dominasi penempatan di sektor pekerja rumah tangga dan informal yang selama ini rawan terhadap risiko eksploitasi dan perlakuan tidak layak.

"Kita akan memperbanyak penempatan pekerja migran di sektor-sektor strategis, industri, dan pekerjaan formal. Saatnya kita mengurangi penempatan pada sektor informal dan pekerja domestik, agar kesejahteraan mereka lebih terjamin," ujarnya.

Wahyu Ferdian Bupati Kabupaten Cianjur juga berkomitmen mempermudah proses pemberangkatan melalui dukungan dari UPTD Balai Latihan Kerja dan lembaga pelatihan, berupa akses pembiayaan yang dipermudah, pelatihan yang disubsidi, hingga penyelarasan keahlian dengan kebutuhan perusahaan di luar negeri.
"Saya berkeliling ke berbagai negara untuk mencari pesanan kerja terlebih dahulu. Setelah ada kepastian lowongan, barulah kita siapkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut, sehingga tidak ada pelatihan yang sia-sia dan setiap calon pekerja memiliki kepastian kerja," jelasnya.

Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan penyalur, untuk bersinergi menyalurkan pekerja migran melalui jalur resmi dan hukum. 
"Mari kita duduk bersama dan cari jalan yang legal. Jangan pernah mengambil jalan ilegal karena sangat berbahaya dan merugikan pekerja. Segala kendala yang dihadapi akan kami upayakan solusinya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa pemberangkatan ke kawasan Timur Tengah masih dalam masa moratorium. Masyarakat juga diimbau waspada terhadap tawaran kerja ke negara tertentu, seperti Kamboja, yang dinilai memiliki risiko tinggi.

Selain isu ketenagakerjaan, Pemkab Cianjur juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di pesantren. Salah satunya melalui penambahan sarana sanitasi seperti MCK, agar rasio fasilitas sesuai dengan jumlah santri dan mendukung kesehatan serta kenyamanan belajar.

"Kita bangga dan bersyukur melihat perubahan yang terjadi di Cianjur. Semangat perbaikan ini akan terus kita lanjutkan, baik untuk kesejahteraan santri maupun perlindungan sepenuhnya bagi seluruh pekerja migran kita," pungkasnya. ***Hdi

0 komentar:

Posting Komentar