Selasa, 30 Juni 2026

Seorang Tunawisma Pensiunan Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Akibat Sakit di Kawasan Perkotaan Cianjur

CIANJUR, agistanews.com – Seorang pria lanjut usia yang diketahui sempat hidup sebagai tunawisma ditemukan dalam kondisi lemah di kawasan Pertigaan Shanghay, Kabupaten Cianjur, Selasa (30/6/2026). Meski telah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sakit.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Tulus, saat melaksanakan patroli pengawasan dan pemeliharaan ketertiban umum di wilayah tersebut.

Mengetahui kondisi korban yang memerlukan pertolongan, petugas segera memberikan penanganan awal. Sekitar pukul 10.40 WIB, korban kemudian dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Cianjur untuk dilakukan pendataan dan penanganan sementara.

Selanjutnya, Satpol PP Kabupaten Cianjur bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangtengah membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur guna mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya, hasil verifikasi identitas menunjukkan korban bernama Thontji Fenanlabir (73). Korban diketahui merupakan pensiunan tenaga pendidik yang dalam beberapa waktu terakhir hidup sebagai tunawisma. Alamat terakhir yang teridentifikasi berada di Kampung Cimuncang Lebak RT 02/RW 06, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Hasil pemeriksaan dokter jaga menyatakan bahwa korban meninggal dunia diduga akibat penyakit yang dideritanya. Tidak ditemukan informasi awal yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan, namun seluruh prosedur pemeriksaan tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini jenazah masih berada di RSUD Sayang Cianjur untuk penyelesaian administrasi serta proses pemeriksaan lanjutan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga atau instansi yang berwenang.

Pihak berwenang bersama instansi terkait masih terus berkoordinasi untuk menghubungi keluarga korban serta memastikan proses pemulasaraan dan pemakaman dapat dilaksanakan secara layak sesuai prosedur. ***Hdi

Senin, 29 Juni 2026

Sindikat Pencuri Motor Dibekuk di Cianjur dan Bogor, Satu Pelaku Masuk DPO

Cianjur, agistanews.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis kendaraan bermotor. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolsek Pacet, Senin 29 Juni 2026, Polres Cianjur memamerkan barang bukti sebanyak 23 unit sepeda motor berbagai merek hasil kejahatan.

Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.H., yang didampingi Kapolsek Pacet, Kasatreskrim, dan Kanitreskrim Polsek Pacet, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari dua laporan polisi yang masuk pada awal Juni 2026.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil mengamankan 23 motor hasil curian. Ini adalah jumlah yang tidak sedikit dan kami yakin pengembangan akan terus berlanjut," ujar AKBP Alexander di hadapan awak media.

Dua laporan kehilangan menjadi dasar pengungkapan kasus ini, yaitu laporan dari korban Gigih Surya Herdani (kejadian 3 Juni 2026 di Desa Ciherang) dan Suluh Normasiwi (kejadian 28 Mei 2026 di Desa Palasari). Kedua korban kehilangan motor yang diparkir di dekat rumah dalam keadaan terkunci stang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tim berhasil mengamankan tersangka pertama berinisial S alias DB (29) di kediamannya di wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (7/6/2026) pukul 01.00 WIB dini hari. Dari keterangan DB, polisi mengembangkan kasus dan menangkap tersangka kedua berinisial AB (35) di wilayah Sukaresmi, Cianjur, pada hari yang sama pukul 04.00 WIB.

Modus operandi para pelaku cukup rapi. Tersangka DB berperan sebagai eksekutor yang merusak kunci kontak menggunakan kunci leter T. Sementara itu, tersangka AB bertugas mengawasi situasi sekitar lokasi kejadian agar aksinya tidak diketahui warga.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa kunci leter T, mata kunci astag, pembuka magnet, STNK korban, dan 23 unit sepeda motor curian.

"Menariknya, mayoritas barang bukti motor ini kami temukan justru di luar wilayah Cianjur, paling banyak di Purwakarta. Motor-motor ini dipasarkan dengan cara putus sel, bertemu langsung dengan harga jauh di bawah pasaran, atau ditawarkan melalui media sosial dengan modus transfer uang terlebih dahulu," jelas Kapolres.

Kapolres Alexander menegaskan bahwa pihaknya masih memburu satu pelaku lain yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni inisial HS yang beralamat di Cikalongkulon. HS diduga berperan sebagai penadah atau pemasar hasil curian.

"Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar HS segera tertangkap. Jangan ragu untuk melapor jika menjadi korban atau melihat hal mencurigakan," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka DB dan AB dijerat dengan Pasal 477 Ayat (1) huruf F dan G Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun serta denda maksimal Rp500 juta.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan motor untuk datang ke Polsek Pacet dengan membawa dokumen kepemilikan.

"Silakan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin yang sesuai. Kami akan serahkan kembali kepada pemilik yang sah," pungkasnya. ***Red/farell 

KAPOLRES CIANJUR TERIMA LUKISAN KARYA SISWA SLB, AKAN DIPAJANG DI RUANG KERJA


CIANJUR, agistanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menerima sebuah lukisan bertema “80 Tahun Polri Mengabdi untuk Negeri” karya Arul, siswa penyandang tuna rungu dari SLB BC Purnama Kabupaten Cianjur.

Lukisan tersebut dibuat atas permintaan langsung Kapolres Cianjur sebagai bentuk ajakan kepada siswa berkebutuhan khusus untuk turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan semangat yang ditunjukkan Arul, Kapolres Cianjur memutuskan untuk memajang lukisan tersebut di ruang kerjanya.

“Karya ini sangat berharga dan memiliki makna yang mendalam bagi kami. Kami memajangnya di ruang kerja bukan hanya sebagai hiasan, melainkan sebagai pengingat sekaligus simbol bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan potensi yang luar biasa. Tidak ada batasan bagi siapa pun untuk berkarya dan berpartisipasi membangun lingkungan sekitarnya,” ujar AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran karya tersebut di ruang kerjanya menjadi simbol dukungan terhadap penyandang disabilitas agar terus berkarya dan mendapatkan ruang yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Kapolres berharap karya Arul dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus memberikan kesempatan yang setara kepada penyandang disabilitas agar mampu berkembang, berkarya, serta berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui apresiasi tersebut, Polres Cianjur menunjukkan komitmennya dalam mendorong nilai-nilai inklusivitas, kepedulian sosial, dan penghargaan terhadap potensi yang dimiliki setiap individu tanpa memandang keterbatasan yang ada.*** (Hdi)

HARGANAS KE-33 DI CIANJURBupati: Keluarga Kunci Lahirkan Generasi Unggul


CIANJUR, agistanews.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Alun-Alun Cianjur, Senin (29/6/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi seorang anak dalam mengenal kehidupan. Di dalam keluarga, anak belajar tentang kasih sayang, nilai-nilai kehidupan, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga membangun cita-cita dan masa depan.

“Keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia. Dari keluarga yang kuat dan harmonis akan lahir generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Bupati.
Menurutnya, keluarga yang berkualitas akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, serta memiliki daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pada peringatan Harganas ke-33 tahun ini, pemerintah juga mengusung semangat “Ayah Wajib Hadir” sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta masa depan anak.

Melalui momentum Harganas, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas demi mewujudkan generasi unggul menuju Cianjur Berjaya dan Jawa Barat Istimewa.

Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026.
Bersama membangun keluarga berkualitas untuk mewujudkan Cianjur Berjaya, Jawa Barat Istimewa. ***(Hdi)

Kamis, 25 Juni 2026

DPC FBI Cianjur Berbagi Keindahan 10 Muharram Bersama Anak Yatim dan Yatim Piatu

Cianjur, agistanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Asyura tanggal 10 Muharram 1448 H yang sarat makna kepedulian dan semangat berbagi, DPC Front Bodyguard Independent (FBI) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan yatim piatu. Acara berlangsung penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan di salah satu toko rumah tokoh masyarakat, Jalan Siliwangi Gang Guntur 3 RT/RW 001/006, Kelurahan Sawah Gede, Kabupaten Cianjur.
 
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC FBI Cianjur, Dodi Sadewa, didampingi jajaran pengurus, anggota organisasi, tokoh masyarakat, serta para anak yatim dan yatim piatu. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial organisasi terhadap kelompok yang memerlukan perhatian dan kasih sayang.
 
Ketua DPC FBI Cianjur, Dodi Sadewa, menyampaikan bahwa momentum 10 Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai‑nilai kemanusiaan, rasa empati, dan persaudaraan sosial. Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan sekadar tradisi yang baik, melainkan tanggung jawab moral untuk hadir dan berbagi kebahagiaan bersama sesama.
 
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat dan kebahagiaan, sekaligus menjadi dorongan semangat bagi anak‑anak untuk terus belajar dan berjuang meraih cita‑cita mereka. Semoga DPC FBI Cianjur senantiasa diberi kekuatan dan kesempatan agar selalu hadir membantu masyarakat serta dapat menyelenggarakan berbagai program sosial yang bermanfaat,” tegas Dodi Sadewa.
 
Dalam rangkaian acara tersebut, para anak yatim menerima bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan sehari‑hari. Kegiatan juga diperkaya dengan doa bersama, penyampaian tausiyah singkat, serta ramah‑tamah yang mempererat hubungan persaudaraan antara keluarga besar organisasi, masyarakat, dan para penerima manfaat.
 
Sepanjang acara terasa suasana yang penuh haru sekaligus kebahagiaan. Senyum dan keceriaan yang terpancar dari wajah anak‑anak menjadi bukti nyata betapa besar makna perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh lingkungan sekitar.
 
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen DPC FBI Cianjur: organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang kemasyarakatan dan pengawalan sosial, tetapi juga konsisten menjalankan misi kemanusiaan dan kepedulian. Berlandaskan semangat gotong‑royong dan persaudaraan, DPC FBI Cianjur bertekad terus menjadi bagian dari solusi sosial serta menjalin kedekatan yang erat dengan seluruh lapisan warga.
 
Acara ditutup dengan doa bersama demi keselamatan bangsa, kemajuan Kabupaten Cianjur, kesehatan dan keberkahan, serta harapan agar semangat berbagi yang tumbuh di bulan Muharram senantiasa terjaga dan menjadi teladan bagi banyak pihak.
 
 Berbagi di Bulan Muharram, Menebar Kasih Sayang kepada Anak‑Anak Yatim dan Yatim Piatu

Rabu, 24 Juni 2026

Ketua DPD PAN kab.Cianjur Menghargai Keputusan BK Terkait Reses Yang Kini Menjadi Perbincangan Publik.

Cianjur, agistanews.com - Dugaan pelaksanaan kegiatan reses yang kini menjadi perbincangan publik turut membayangi jalannya Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cianjur. Isu tersebut mencuat di tengah tuntutan masyarakat terhadap transparansi penggunaan anggaran dan akuntabilitas anggota legislatif dalam menjalankan tugasnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur, Hendi, mengakui persoalan tersebut saat ditemui usai kegiatan Muscab VI PAN Kabupaten Cianjur, Rabu (24/6/2026). Namun, ia menegaskan bahwa partainya masih menunggu hasil penelitian dan verifikasi yang dilakukan oleh badan kehormatan sebelum mengambil kesimpulan maupun langkah organisasi.

"Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan belum bisa menyatakan apakah itu benar atau salah karena masih dalam tahap verifikasi data," ujar Hendi.

Menurutnya, badan kehormatan memiliki kewenangan untuk menentukan apakah kegiatan yang dipersoalkan tersebut benar merupakan agenda reses resmi yang dilaporkan sesuai ketentuan atau hanya sebatas kegiatan biasa yang kemudian didokumentasikan.

"Nanti diputuskan apakah itu memang reses atau bukan. Kalau memang tidak tercantum dalam laporan reses, berarti itu bukan reses," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi penting mengingat kegiatan reses merupakan agenda resmi yang dibiayai negara dan memiliki mekanisme pelaporan yang ketat. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan ataupun ketidaksesuaian administrasi berpotensi menjadi perhatian publik dan lembaga pengawas.

Hendi menjelaskan bahwa seluruh anggota DPRD memiliki kewajiban melaksanakan reses di daerah pemilihannya masing-masing. Oleh sebab itu, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan maupun prosedur yang berlaku, partai tidak akan menutup mata dan akan menjalankan mekanisme organisasi sebagaimana mestinya.

"Kalau memang terbukti, tentu ada mekanisme internal partai yang harus dijalankan sesuai ketentuan," tegasnya.

Meski demikian, Hendi belum bersedia berspekulasi mengenai kemungkinan sanksi ataupun langkah lanjutan sebelum adanya keputusan resmi dari badan kehormatan.

"Saya belum bisa menyampaikan soal sanksi ataupun langkah lain karena sampai hari ini hasilnya juga belum ada. Kita tunggu keputusan resminya terlebih dahulu," Ungkap nya

Munculnya dugaan tersebut menjadi ujian bagi komitmen partai terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan yang objektif dan terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga legislatif maupun partai politik.

Sementara itu, Muscab VI DPC PAN Kabupaten Cianjur tetap berlangsung sebagai agenda konsolidasi organisasi, pembenahan struktur partai, serta penguatan mesin politik PAN di tingkat kecamatan. Namun, sorotan terhadap dugaan kegiatan reses tersebut dipastikan akan menjadi perhatian masyarakat hingga adanya keputusan resmi dari pihak yang berwenang. ***( Hdi )

Senin, 22 Juni 2026

Aktivitas Galian C Disorot, Awak Media Klaim Alami Intimidasi Saat Liputan

Cianjur, agistanews.com – Aktivitas galian C yang diduga belum mengantongi perizinan lengkap di wilayah Jalan Kahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, kembali menjadi sorotan. Selain dugaan pelanggaran perizinan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan, muncul pula tudingan adanya tindakan intimidasi terhadap sejumlah awak media yang hendak melakukan konfirmasi di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa jurnalis media online mendatangi lokasi galian C untuk meminta klarifikasi terkait legalitas operasional tambang yang disebut-sebut telah menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar kawasan tersebut. Namun, upaya konfirmasi tersebut diduga mendapat hambatan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi.jum'at ,19 Juni 2026

Menurut keterangan yang diperoleh dari sejumlah awak media yang hadir, mereka mengaku dihalang-halangi saat menjalankan tugas jurnalistik. Bahkan, situasi disebut sempat memanas hingga terjadi dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap beberapa pewarta.

Salah seorang pewarta berinisial AM mengaku menjadi korban penyiraman kopi panas oleh salah satu pihak yang berada di lokasi. Sementara pewarta lainnya berinisial AG mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa ludah yang diarahkan kepadanya. Selain itu, terdapat dugaan tindakan fisik lainnya seperti dorongan, sundulan, hingga penarikan pakaian terhadap awak media yang sedang melakukan peliputan.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pihak yang mengaku sebagai anggota organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur disebut berada di lokasi. Salah satu nama yang disebut oleh saksi di lapangan adalah Tomi. Para awak media juga menyebut sempat terjadi komunikasi melalui video call dengan seseorang yang disebut sebagai Ketua PWI Cianjur berinisial I.

Tak lama setelah komunikasi tersebut berlangsung, suasana di lokasi dikabarkan semakin memanas. Sejumlah awak media mengaku mendapatkan perlakuan bernada kasar dan intimidatif yang dinilai menghambat tugas jurnalistik yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Di sisi lain, saat dimintai keterangan mengenai legalitas tambang, pemilik lokasi yang disebut merupakan dua orang bersaudara, yakni seorang mantan anggota dewan berinisial H dan seorang mantan kepala desa berinisial D, mengakui bahwa aktivitas galian tersebut baru mengantongi izin lingkungan. Sementara perizinan lainnya, menurut pengakuan mereka, masih dalam proses pengurusan dan belum selesai.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan terkait legalitas operasional tambang yang saat ini berjalan. Pasalnya, kegiatan pertambangan pada umumnya wajib memenuhi berbagai persyaratan perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum melakukan aktivitas produksi.

Selain dugaan intimidasi terhadap jurnalis, sejumlah saksi juga mengaku mencium aroma minuman beralkohol dari beberapa orang yang berada di lokasi, termasuk dari mantan kepala desa berinisial D. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa pengakuan saksi dan perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menuai keprihatinan di kalangan insan pers. Apabila benar terdapat tindakan kekerasan, intimidasi, maupun upaya menghalangi kerja jurnalistik, maka hal tersebut dinilai bertentangan dengan semangat kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan, termasuk oknum yang mengaku anggota PWI Kabupaten Cianjur dan pengelola tambang, masih diberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian dari aparat penegak hukum, instansi terkait, serta organisasi profesi wartawan untuk mengusut kebenaran dugaan intimidasi terhadap awak media maupun legalitas aktivitas galian C yang menjadi objek pemberitaan tersebut. ***A nugroho

Tidak Berprilaku Baik Dan Kinerjanya Buruk Selaku Anggota Dewan DPRD Kab.Cianjur Fraksi PAN Menjadi Sorotan Publik.

CIANJUR, agistanews.com – Nama Hj. H., legislator Fraksi PAN DPRD Kabupaten Cianjur sekaligus Ketua Perempuan Amanat Nasional PUAN Kabupaten Cianjur, kembali menjadi perbincangan hangat. Beredarnya sejumlah foto yang diduga memperlihatkan dirinya di tempat hiburan malam membuat publik kembali menyoroti etika dan citra seorang wakil rakyat.
  
Foto-foto tersebut pertama kali muncul melalui akun TikTok @hendang201026. Dalam hitungan jam, unggahan itu menyebar ke berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, hingga grup WhatsApp warga Cianjur. Reaksi warganet pun beragam, mulai dari nada kecewa hingga tuntutan agar Hj. H. segera memberi penjelasan.

Ini bukan kali pertama Hj. H. terseret kontroversi. Sebelumnya, ia pernah menuai kritik terkait pelaksanaan kegiatan reses yang dinilai tidak sesuai prosedur oleh sebagian kader PAN. Polemik lama itu membuat publik kini lebih cepat merespons setiap isu yang menyangkut dirinya.

Sebagai anggota DPRD dan pimpinan organisasi sayap perempuan partai, posisi Hj. H. memang strategis. Jabatan ganda itu membuatnya menjadi wajah publik PAN di Cianjur, terutama dalam isu pemberdayaan perempuan. Karena itu, setiap langkah dan perilakunya kerap dilihat sebagai cerminan partai dan lembaga legislatif.

Sejumlah kader PAN di tingkat ranting mengaku prihatin. Bagi mereka, seorang pejabat publik tidak hanya dinilai dari kinerja di ruang sidang, tetapi juga dari perilaku di ruang publik. "Kepercayaan masyarakat itu mahal. Sekali retak, butuh waktu panjang untuk memulihkannya," ujar salah satu kader yang enggan disebut namanya.
 
Kritik paling tajam datang dari warganet yang menilai figur publik memiliki tanggung jawab moral lebih besar. Mereka menyoroti kontradiksi antara peran Hj. H. sebagai Ketua PUAN yang mengusung nilai amanat dan marwah, dengan lokasi yang terekam dalam foto tersebut. Pertanyaan seputar keteladanan pun mengemuka.
  
Di sisi lain, ada pula suara yang meminta publik menahan diri. Sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan agar tidak langsung menghakimi sebelum ada klarifikasi resmi. Mereka menekankan asas praduga tak bersalah dan hak setiap individu untuk menjelaskan konteks sebenarnya dari foto yang beredar.

Hingga berita ini ditulis, Hj. H. belum memberikan pernyataan resmi terkait foto yang viral itu. Tim redaksi masih berupaya menghubungi yang bersangkutan dan pihak Fraksi PAN DPRD Cianjur untuk konfirmasi. Kejelasan dari pihak terkait dinilai penting agar spekulasi tidak terus berkembang liar di ruang digital.

Polemik ini berpotensi berdampak lebih luas, tidak hanya pada citra pribadi Hj. H., tetapi juga pada persepsi masyarakat terhadap DPRD Cianjur dan Partai Amanat Nasional secara keseluruhan. Banyak pihak kini mendorong agar ada sikap terbuka, baik berupa klarifikasi maupun langkah internal partai, agar kepercayaan publik tetap terjaga. ( Red )

BAZNAS Cianjur Salurkan 192 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Puting Beliung di Haurwangi dan Warungkondang

Cianjur, agistanews.com – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Cianjur kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat terdampak bencana , H. Ahmad Fathoni Rozy, yang akrab disapa H.Entun selaku Kepala Bagian Pendistribusian, BAZNAS menyalurkan bantuan sembako secara serentak di dua kecamatan terdampak.

Bantuan tahap pertama disalurkan di wilayah Kecamatan Haurwangi. Sebanyak 103 paket sembako didistribusikan langsung kepada warga Desa Cihea, Haurwangi, Ramasari, Kertasari, dan Sukatani. Penyaluran dilakukan pada Jumat, 19 Juni 2026, menyasar rumah-rumah warga yang paling terdampak pasca banjir dan angin puting beliung beberapa , waktu lalu.

Tak hanya di Haurwangi, BAZNAS Cianjur juga bergerak cepat ke Kecamatan Warungkondang. Di lokasi berbeda, sebanyak 89 paket sembako kembali dibagikan kepada warga Desa Cihaur, Kanoman, Karangnunggal, Cikondang, dan Peteuycondong. Dengan begitu total bantuan yang disalurkan hari itu mencapai 192 paket sembako.
H.Entun turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang berhak. Kehadirannya menjadi bentuk komitmen BAZNAS agar pendistribusian tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh langsung kondisi warga di lokasi bencana.

Dalam keterangannya, H.Entun menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian muzaki yang disalurkan melalui BAZNAS Cianjur. Ia menegaskan bantuan sembako diberikan khusus untuk meringankan beban warga yang rumah dan harta bendanya terdampak banjir serta terjangan puting beliung.

Semoga bantuan sembako dari BAZNAS ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji. Ini bukan hanya titipan zakat, tapi juga wujud empati dan solidaritas kita semua,” ujar H.Entun di sela-sela penyaluran.

Masyarakat penerima manfaat menyambut baik kedatangan tim BAZNAS. kehadiran paket sembako berisi kebutuhan pokok sangat membantu mereka bertahan beberapa hari ke depan.

Proses penyaluran dilakukan dengan sistem jemput bola dan pendataan langsung di lapangan. BAZNAS berkoordinasi dengan perangkat desa dan relawan setempat agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya.

BAZNAS Kabupaten Cianjur memastikan pendistribusian bantuan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan dan data lapangan. H.Entun juga mengajak masyarakat yang mampu untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah, agar uluran tangan untuk sesama yang terkena musibah tidak pernah berhenti. ***(Ida/Hdi )

Jumat, 19 Juni 2026

Polres Cianjur dan Persib Bandung Satukan Masyarakat dalam Semangat Hari Bhayangkara ke-80

Cianjur, agistanews.com – Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi berhasil mewujudkan keinginan masyarakat Cianjur untuk bertemu langsung dengan para pemain Persib Bandung melalui kegiatan Polres Fun Football yang digelar di Kobe Mini Soccer Cikaret, Minggu (20/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan yang diinisiasi Polres Cianjur tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan persahabatan sekaligus bertatap muka dengan para pemain idolanya.

Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat serta upaya menghadirkan hiburan positif dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan sekaligus menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat Cianjur yang selama ini ingin bertemu langsung dengan para pemain Persib Bandung. Alhamdulillah hari ini masyarakat bisa hadir, berinteraksi, dan berfoto bersama para pemain,” ujar Kapolres.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah pemain Persib Bandung, yakni Adam Alis, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Ryan Kurnia, serta legenda Persib asal Cianjur, Atep. Kehadiran para pemain tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang selama ini hanya dapat menyaksikan mereka melalui pertandingan sepak bola maupun media sosial.

Selain menghadiri kegiatan, gelandang Persib Adam Alis juga menyampaikan dukungannya terhadap persiapan tim dalam menghadapi kompetisi Asia musim mendatang. Ia berharap tim memiliki sosok pemimpin yang tegas dan mampu menjaga kekompakan pemain.

“Di mana pun beliau berada, kita doakan sukses. Yang menggantikan posisi tersebut harus memiliki jiwa kepemimpinan, ketegasan, dan mental seorang pemimpin,” kata Adam Alis.

Menurut Adam Alis, persiapan menghadapi kompetisi Asia memerlukan skuad yang kompetitif dan berkualitas. Ia berharap Persib dapat diperkuat pemain-pemain berpengalaman agar mampu bersaing di level internasional.

“Kita akan menghadapi kompetisi Asia yang levelnya lebih tinggi. Kalau selama ini kita sudah menjadi naga di liga, sekarang saatnya menjadi naga di Asia,” ungkapnya.

Kapolres Cianjur menambahkan bahwa kegiatan olahraga seperti Polres Fun Football tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri, masyarakat, dan insan olahraga.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur ingin terus menghadirkan kegiatan yang dekat dengan masyarakat sebagai wujud nyata semangat Polri untuk Masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan sinergitas di Kabupaten Cianjur. ***Red/iduy

Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Sukanagara Dampingi Panen Jagung Hibrida di Sukarame

Cianjur, agistanews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani di berbagai wilayah. Salah satunya dilakukan jajaran Polsek Sukanagara Polres Cianjur yang turut mengawal kegiatan panen raya jagung hibrida di Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan panen tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Tani Agro Taruna Tani di Kampung Parabon RT 01/01, Desa Sukarame. Panen dilakukan di lahan seluas 6.000 meter persegi yang dikelola oleh tiga orang petani anggota kelompok tani yang diketuai A. Mudrik, S.Ag., M.M.

Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak 30 Oktober 2025. Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 2 ton jagung pipilan kering yang diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan pendapatan petani.

Kapolsek Sukanagara AKP Dedi melalui Bhabinkamtibmas Desa Sukarame, Aiptu Irfan Ardiansyah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut untuk memantau sekaligus memberikan pendampingan kepada para petani.
Dalam keterangannya, Aiptu Irfan menyampaikan bahwa proses budidaya hingga panen berjalan dengan baik meskipun sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

“Alhamdulillah panen berjalan lancar. Kendala hanya curah hujan tinggi dan serangan hama burung, namun dapat diatasi oleh para petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polsek Sukanagara berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan dengan melakukan pendampingan kepada kelompok tani mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah desa dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Cianjur.***Yudi

Kamis, 18 Juni 2026

Wujud Dukungan Polri untuk Petani, Kapolsek Naringgul Salurkan Bantuan Alsintan

CIANJUR, agistanews.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Naringgul, IPTU Ayi Supriatna, S.E., menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Binangkit, Desa Margasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Pertanian Kecamatan Naringgul dan disaksikan oleh Ketua Balai Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian (BLPP) Kecamatan Naringgul, Ugan. Bantuan alsintan tersebut diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani Binangkit, Iyep Rusandi.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Ayi Supriatna berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani serta dirawat dengan baik agar memiliki manfaat jangka panjang.

“Semoga alsintan ini dapat membantu meringankan pekerjaan para petani, meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan, serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Kecamatan Naringgul,” ujar IPTU Ayi Supriatna.

Ia menegaskan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pemerintah, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan para petani dapat semakin termotivasi dalam mengelola lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Naringgul.

Kegiatan penyerahan bantuan alsintan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari kelompok tani penerima manfaat. ***Red/Yud

Polres Cianjur SIAP
Setia Inspiratif Amanah Produktif

Rabu, 17 Juni 2026

Di Tengah Massa Aksi Demo, Aiptu Sriyanta Tunjukkan Kepedulian Lingkungan dengan Membersihkan Sampah

CIANJUR, agistanews.com – Di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di kawasan Bundaran Tugu Lampu Gentur, Kabupaten Cianjur, Rabu (17/06/2026) sore, terlihat aksi humanis yang dilakukan oleh anggota Polisi Lalu Lintas Polres Cianjur, Aiptu Sriyanta.

Saat massa aksi menyampaikan berbagai aspirasi dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, Aiptu Sriyanta justru mengambil inisiatif membersihkan tumpukan sampah yang berserakan di sekitar lokasi unjuk rasa. Tindakan tersebut menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.

Aksi unjuk rasa sendiri berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Meski sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan sekitar lokasi, kegiatan berjalan dengan tertib.

Di tengah keramaian massa aksi, Aiptu Sriyanta terlihat memungut dan mengumpulkan sampah yang tercecer. Tindakan sederhana namun penuh makna tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

“Membersihkan sampah merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap lingkungan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kita harus peduli agar tidak ada tumpukan sampah yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Aksi yang dilakukan Aiptu Sriyanta mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Mereka menilai tindakan tersebut mencerminkan sosok anggota Polri yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan contoh positif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Kepedulian yang ditunjukkan Aiptu Sriyanta menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Di tengah kesibukan pengamanan aksi, ia tetap meluangkan waktu untuk memastikan lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman bagi semua.***Red/Hadi

Program Ketahanan Pangan Berhasil, Polsek Sindangbarang Panen Jagung Hibrida 5 Ton

CIANJUR, agistanews.com – Jajaran Polsek Sindangbarang Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Mitra Bahari berhasil melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non baku sawah (Non LBS) seluas 1 hektare yang berlokasi di Kampung Bunisari RT 002/004, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Selasa (9/6/2026).

Panen tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak 20 Desember 2025. Dari lahan seluas 10.000 meter persegi tersebut, diperoleh hasil panen jagung pipil kering yang diperkirakan mencapai 5 ton.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Sindangbarang, Iptu Dadang Arifin, S.H., didampingi Kanit Binmas Andik Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi, Bripka Jajat Hermawan, perwakilan Gapoktan, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sindangbarang. Sebanyak 10 petani anggota Poktan Mitra Bahari yang diketuai Wibowo H turut terlibat dalam pengelolaan lahan tersebut.

Kapolsek Sindangbarang Iptu Dadang Arifin mengatakan, kegiatan panen ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan non produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

“Alhamdulillah, hasil panen jagung hibrida kali ini cukup baik dengan estimasi mencapai 5 ton. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani mampu meningkatkan produktivitas lahan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Jayagiri Aipda Edi Lazuardi menjelaskan bahwa pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pasca panen. Langkah tersebut dilakukan agar para petani dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperoleh akses pemasaran yang lebih baik.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Program “Polri Penggerak Ketahanan Pangan” yang dijalankan Polsek Sindangbarang diharapkan mampu mendorong optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif serta memperkuat upaya swasembada pangan di Kabupaten Cianjur. ***Red

Senin, 15 Juni 2026

Polsek Agrabinta Turun ke Sawah, Panen 5 Ton Jagung Hibrida dari Lahan Non-LBS

CIANJUR, agistanews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian. Salah satunya melalui pendampingan sektor pertanian yang dilakukan Polsek Agrabinta Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Jayasari dengan melaksanakan panen jagung hibrida di lahan Non Lahan Baku Sawah (Non-LBS) di Kampung Tamela, Desa Wanasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Senin (15/6/2026).

Kegiatan panen yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Agrabinta, Aiptu Yayan Royana. Panen dilakukan di lahan seluas satu hektare milik Poktan Jayasari yang diketuai Kiman dengan melibatkan lima orang petani setempat.

Dari hasil panen tersebut, produksi jagung hibrida diperkirakan mencapai sekitar 5 ton. Seluruh hasil panen selanjutnya akan disalurkan kepada distributor yang telah menjalin kerja sama dengan kelompok tani.

Aiptu Yayan Royana mengatakan, keberhasilan panen ini menunjukkan potensi besar lahan Non-LBS untuk mendukung peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung hibrida.

Meski demikian, menurutnya para petani masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama terkait sarana dan prasarana pertanian.

“Hambatan utama yang dihadapi petani saat ini adalah keterbatasan alat pertanian untuk pengolahan lahan serta mesin pipil jagung pasca panen,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Kapolsek Agrabinta, Iptu Wikatmono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Menurutnya, pemanfaatan lahan Non-LBS menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengganggu lahan baku sawah yang sudah ada.

“Lahan Non-LBS di wilayah Agrabinta memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai area budidaya jagung hibrida. Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan hasil pertanian guna mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan panen tersebut, Polsek Agrabinta berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, dan kelompok tani dapat terus terjalin guna mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur. ***Iduy

Operasi Gabungan Polres Cianjur di Hari Bhayangkara ke-80: 58 Knalpot Brong Diamankan, Ratusan Paket Sembako Dibagikan ke Pengendara Tertib

Cianjur, agistanews.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cianjur menggelar operasi besar-besaran yang menyasar kendaraan berknalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Kegiatan yang berlangsung Sabtu malam, 13 Juni 2026, di pusat kota ini tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga memberi apresiasi kepada pengendara yang tertib berlalu lintas.

Tim gabungan Polres Cianjur bersama TNI dan Satpol PP menyebar di beberapa titik strategis. Lokasi yang disisir meliputi pertigaan depan Gedung Bale Rancage, depan Kantor Kecamatan Cianjur, SDN Ibu Dewi 6, hingga area BRI Cabang Cianjur. Penyekatan dilakukan sejak malam hari untuk menjangkau lebih banyak pelanggar.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan 58 unit kendaraan yang menggunakan knalpot brong. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibanding operasi minggu sebelumnya yang mencatat sekitar 100 pelanggar. Penurunan ini jadi sinyal positif bahwa sosialisasi aturan mulai membuahkan hasil.
Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan, operasi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. “Kami menggelar KRYD untuk menindak knalpot yang tidak sesuai standar. Tujuannya jelas, demi kenyamanan dan keamanan bersama di jalan raya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Aang, penggunaan knalpot brong bukan sekadar pelanggaran teknis. Suara bising yang dihasilkan mengganggu ketertiban umum, terutama di malam hari. Karena itu, penindakan dilakukan tegas namun tetap humanis, dengan memberikan edukasi langsung kepada pelanggar.

Berbeda dari operasi biasa, kali ini Polres Cianjur juga menyiapkan kejutan. Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada pengendara yang tertib administrasi dan menggunakan kendaraan sesuai standar pabrik. Program ini digagas langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Pembagian sembako bukan dilakukan dadakan. Beberapa hari sebelum operasi, Polres Cianjur sudah menyebarkan flyer untuk menginformasikan program tersebut. Harapannya, masyarakat termotivasi melengkapi dokumen seperti SIM dan STNK serta mengganti knalpot tidak standar.

“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang sudah tertib. Mereka lengkap bawa SIM, STNK, dan tidak pakai knalpot brong. Untuk itu kami beri apresiasi berupa paket sembako,” kata Aang. Pembagian dilakukan langsung di titik operasi, disambut antusias oleh para pengendara.

Kapolres Cianjur melalui jajarannya menilai, kombinasi penindakan dan apresiasi ini efektif menumbuhkan kesadaran masyarakat. Ketika aturan ditegakkan dan kepatuhan dihargai, muncul efek jera sekaligus dorongan positif untuk terus tertib berlalu lintas.

Operasi ini juga jadi bentuk nyata sinergi antara Polri, TNI, dan Satpol PP dalam menjaga ketertiban kota. Kehadiran tiga unsur ini di lapangan memberi kesan tegas namun tetap mengayomi, sesuai semangat Hari Bhayangkara sebagai pengayom masyarakat.

Menutup kegiatan, Polres Cianjur mengimbau warga Cianjur untuk bersama-sama menciptakan kota yang bermartabat dan nyaman. “Mari kita tinggalkan knalpot brong. Dengan tertib berlalu lintas, Cianjur akan semakin aman dan nyaman untuk kita semua,” pungkas Aang. ***Red 

Rudy Praja dan Relawan Bersihkan Waduk Saguling, Soroti Dampak Eceng Gondok terhadap PLTA

BANDUNG BARAT, agistanews.com – Minggu (14/6/2026) – Rudy Praja terjun langsung ke perairan Ciminyak, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dalam aksi gotong royong membersihkan eceng gondok yang menutupi sebagian kawasan Waduk Saguling. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas, relawan lingkungan, pemerintah desa, serta sejumlah unsur masyarakat yang peduli terhadap kelestarian waduk.

Dalam kesempatan itu, Rudy Praja mengingatkan bahwa pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar perairan, tetapi juga berpotensi mengancam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling. Tumpukan tanaman air tersebut dapat terbawa arus dan menyumbat jalur masuk air menuju turbin.

“Jika tidak ditangani secara rutin, eceng gondok dapat mengganggu aliran air dan berpotensi memengaruhi kinerja turbin PLTA. Karena itu, upaya pembersihan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak,” ujar Rudy Praja di sela kegiatan.

Aksi pembersihan yang berlangsung di kawasan Ciminyak ini berhasil mengangkat sejumlah besar eceng gondok dari permukaan waduk. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempertahankan fungsi Waduk Saguling sebagai sumber energi listrik, sumber penghidupan masyarakat, serta penopang ekosistem perairan.

Rudy Praja menegaskan bahwa kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan waduk. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sehingga persoalan eceng gondok tidak semakin meluas.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi dan komunitas lingkungan, termasuk Komunitas Pecinta Waduk Saguling, serta sejumlah lembaga dan instansi yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan energi. ***Red 

Minggu, 14 Juni 2026

Polisi dan Petani Bersinergi, Lahan 2 Hektare di Haurwangi Ditanami Jagung Hibrida

CIANJUR, agistanews.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Republik Indonesia melalui program pendampingan kepada para petani. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, Polsek Bojongpicung Polres Cianjur melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan non-baku sawah seluas 2 hektare yang berlokasi di Kampung Kulina RT 02/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan penanaman dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Barokah yang diketuai Ganda Wijaya. Sebanyak 14 petani dan penggarap turut terlibat dalam proses penanaman. Pendampingan juga dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukatani, Aiptu Candra, yang aktif mendukung kegiatan sejak tahap awal.

Kapolsek Bojongpicung, Iptu Muchtaromi, SH., MH., bersama Kanit Binmas memimpin langsung kegiatan tersebut. Penanaman jagung hibrida ini ditargetkan dapat dipanen pada 29 Juli 2026 dengan estimasi hasil mencapai sekitar 6 ton jagung kering.

Menurut Iptu Muchtaromi, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Ini bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami hadir bersama petani, mulai dari pengolahan lahan hingga pendampingan, agar hasil panen maksimal dan kesejahteraan petani meningkat," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat serta mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. ***Red/Iduy

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026, Bupati Cianjur Ajak ASN dan Masyarakat Rutin Donor Darah

CIANJUR, agistanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui kegiatan donor darah secara rutin. Langkah ini dinilai penting guna membantu memenuhi kebutuhan darah dan menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Cianjur yang saat ini tengah mengalami keterbatasan.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, saat menghadiri peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang digelar di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cianjur, Minggu (14/6/2026).

Menurut Bupati, donor darah merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, karena darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah di berbagai fasilitas kesehatan.

"Pada momen Hari Donor Darah Sedunia ini, kami mengimbau bukan hanya kepada jajaran pemerintah daerah, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur untuk mendonorkan darahnya secara rutin bagi yang memenuhi persyaratan," ujar dr. Wahyu.

Ia menambahkan, selain memberikan manfaat bagi penerima donor, kegiatan donor darah juga berdampak positif terhadap kesehatan pendonor. Namun demikian, setiap darah yang didonorkan tetap harus melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kelayakan oleh PMI sebelum dapat digunakan.

"Ini sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mendonorkan darah juga baik untuk kesehatan tubuh. Namun tidak semua darah yang didonorkan bisa langsung diberikan kepada yang membutuhkan karena harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu oleh PMI," jelasnya.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela semakin meningkat sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur dapat terpenuhi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal. ***Red

Festival Marching Band Pelajar Indonesia 2026 Diikuti 29 Kontingen, Jadi Wadah Prestasi Generasi Muda

Cianjur, agistanews.com – Upaya meningkatkan kreativitas, disiplin, dan prestasi pelajar melalui seni marching band terus dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Marching Band Pelajar Indonesia (GPMPPI) Series Ke-6 Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut kembali mendapat sambutan positif dengan meningkatnya jumlah peserta dari berbagai daerah.

Festival yang digelar di Kabupaten Cianjur itu diikuti oleh 29 kontingen dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain peserta dari Cianjur, sejumlah sekolah dari Sukabumi dan Bandung juga turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ketua Penyelenggara, Gusti Sabda Laksana, mengatakan bahwa GPMPPI merupakan ajang yang dibentuk oleh para praktisi marching band sebagai sarana pembinaan dan pengembangan bakat pelajar di bidang seni musik dan pertunjukan.

Menurutnya, perkembangan festival ini menunjukkan tren yang sangat positif. Pada pelaksanaan perdana, jumlah peserta hanya sekitar 17 kontingen. Namun seiring meningkatnya minat sekolah terhadap kegiatan marching band, jumlah peserta terus bertambah hingga mencapai 29 kontingen pada tahun ini.

"Alhamdulillah setiap tahun jumlah peserta terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa marching band semakin diminati dan menjadi salah satu kegiatan positif bagi pelajar untuk mengembangkan bakat serta karakter mereka," ujar Gusti Sabda Laksana.
Ia menjelaskan, dalam GPMPPI Series Ke-6 terdapat beberapa kategori perlombaan yang dipertandingkan, yakni Konser Junior, Konser Senior, Ensemble Percussion, Color Guard Contest, dan Drum Battle. Kategori junior diperuntukkan bagi peserta tingkat TK hingga SD, sedangkan kategori senior diikuti pelajar SMP hingga SMA.

Gusti menambahkan, seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang berkompeten dan independen. Selain penilaian kelompok, terdapat pula penilaian individu atau section seperti Drum Major, Field Commander, dan Color Guard terbaik.
"Pemenang ditentukan murni berdasarkan hasil penilaian objektif dari dewan juri. Semua proses dilakukan secara transparan dan terdokumentasi dengan baik sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penyelenggaraan Festival Marching Band Pelajar Indonesia berada di bawah naungan Indonesia Drum Corps Association (IDCA) Kabupaten Cianjur, yang merupakan bagian dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Cianjur.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Festival Marching Band Pelajar Indonesia dapat terus menjadi ajang prestasi sekaligus sarana pembinaan generasi muda yang kreatif, disiplin, dan mampu bersaing secara sehat melalui seni pertunjukan marching band. ***Red/Iduy

Sabtu, 13 Juni 2026

Hari Donor Darah Sedunia, PMI Cianjur Ajak Masyarakat Rutin Donor di Tengah Krisis Persediaan Darah

CIANJUR, agistanews.com  – Peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap 14 Juni menjadi momentum penting bagi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap donor darah. Di tengah tingginya kebutuhan transfusi darah bagi pasien, PMI mengungkapkan bahwa persediaan darah di Cianjur saat ini berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Kegiatan Hari Donor Darah Sedunia yang digelar di halaman Kantor PMI Kabupaten Cianjur, Jalan Raya Dr. Muwardi, Minggu (14/6/2026), dihadiri oleh Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, jajaran pengurus PMI, serta para pendonor sukarela yang selama ini berkontribusi membantu sesama melalui donor darah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor yang telah menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan. Menurutnya, donor darah bukan hanya kegiatan sosial biasa, melainkan bentuk nyata gotong royong untuk menyelamatkan nyawa sesama.

“Donor darah adalah wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong. Setiap tetes darah yang disumbangkan berarti nyawa bagi orang lain. Kami berharap generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadikan donor darah sebagai gaya hidup yang positif dan dilakukan secara rutin,” ujar Wahyu kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi PMI saat ini adalah rendahnya jumlah pendonor yang memenuhi syarat kesehatan dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang mendaftar.

Menurut Ahmad, selama periode 6 hingga 13 Juni 2026, PMI telah melaksanakan kegiatan pengambilan darah di berbagai wilayah mulai dari Cipanas-Pacet hingga Kadupandak. Dari total 3.013 calon pendonor yang mendaftar, hanya 163 orang yang dinyatakan memenuhi syarat kesehatan untuk mendonorkan darahnya.
“Dari ribuan pendaftar, hanya sebagian kecil yang lolos pemeriksaan kesehatan. Kondisi ini sangat memengaruhi jumlah kantong darah yang berhasil kami kumpulkan,” kata Ahmad Fikri.

Akibat kondisi tersebut, persediaan darah di PMI Kabupaten Cianjur mengalami penurunan drastis. Padahal, kebutuhan darah yang harus dipenuhi setiap hari mencapai sedikitnya 30 kantong darah untuk melayani berbagai pasien, termasuk penderita talasemia yang membutuhkan transfusi secara rutin.

“Standar aman persediaan darah seharusnya minimal 100 kantong. Namun dalam dua pekan terakhir stok yang tersedia hanya sekitar 20 kantong darah. Ini tentu sangat mengkhawatirkan karena kebutuhan pasien terus berjalan setiap hari,” ujarnya.

Untuk menjaga pelayanan kepada pasien tetap berjalan, PMI Cianjur terpaksa menjalin koordinasi dengan PMI di sejumlah daerah lain seperti Bogor dan Jakarta guna mendapatkan pasokan darah tambahan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi darurat.

Ahmad Fikri juga menjelaskan mengenai persepsi yang masih berkembang di masyarakat terkait biaya yang dikenakan saat darah digunakan untuk pengobatan. Ia menegaskan bahwa biaya tersebut bukan untuk membeli darah, melainkan sebagai pengganti biaya proses pengolahan dan pengamanan darah sebelum diberikan kepada pasien.

“Darah yang diperoleh dari pendonor memang tidak diperjualbelikan. Namun sebelum digunakan, darah harus melalui berbagai tahapan seperti pemeriksaan laboratorium, skrining penyakit menular, pengolahan komponen darah, hingga penyimpanan menggunakan peralatan khusus. Semua proses itu membutuhkan biaya operasional,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun ini, PMI Kabupaten Cianjur berkomitmen memperluas edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya donor darah, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendonor aktif sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur dapat terpenuhi secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan dari daerah lain.

“Setetes darah yang disumbangkan hari ini dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan.”. ***Yudi

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Panen Jagung Hibrida di Gekbrong Cianjur

Cianjur, agistanews.com – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan sektor pertanian yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Program Polri Penggerak Ketahanan Pangan yang mendorong pemanfaatan lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Sebagai implementasi program tersebut, Polsek Warungkondang Polres Cianjur bersama Kelompok Tani Kayu Manis melaksanakan panen jagung hibrida di lahan non baku sawah yang berlokasi di Kampung Barukusuma RT 02 RW 01, Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (7/4/2026).

Panen dilakukan di lahan seluas 2 hektare yang telah ditanami sejak 2 Februari 2026. Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 6 ton jagung pipil kering yang siap dipasarkan dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan.
Kelompok Tani Kayu Manis yang diketuai oleh Bapak Oi dan beranggotakan 32 petani menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini. Selama proses budidaya, para petani mendapatkan pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Kebonpeuteuy, Aiptu Andi Subandi, SH, bersama jajaran Polsek Warungkondang.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Warungkondang Kompol Tedi Setiadi, S.IP., didampingi Aiptu Teguh Waluyo, Aiptu Andi Subandi, SH, dan Aipda Sugeng Supriyadi, SH.

Kapolsek Warungkondang Kompol Tedi Setiadi, S.IP. mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

"Polsek Warungkondang akan terus mendampingi para petani mulai dari proses penanaman hingga panen. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan hasil pertanian semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan panen berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat dapat menghasilkan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Cianjur.

Melalui program ini, Polri berharap pemanfaatan lahan produktif dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendukung tercapainya swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa hingga nasional. ***Red/Y

RIBUAN WARGA PADATI ACARA REMPUG WARGA DI HALAMAN GEDUNG KONI CIANJUR


CIANJUR, agistanews.com – Ribuan warga dari berbagai kelurahan dan desa di wilayah Kecamatan Cianjur memadati halaman Gedung KONI Cianjur, Kelurahan Pamoyanan, pada Jumat malam (12/6/2026) dalam kegiatan Rempug Warga yang digagas Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Program Rempug Warga merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Cianjur di bawah kepemimpinan Bupati Cianjur, Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Program ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, serta memberikan solusi cepat terhadap berbagai kebutuhan warga.

Berbagai pelayanan dan bantuan disediakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan perizinan. Selain itu, tersedia Gerakan Pangan Murah (GPM), pembagian paket sembako bagi lansia, layanan kesehatan gratis, santunan anak yatim, pembagian perlengkapan sekolah, hingga kegiatan sunatan massal.

Kegiatan Rempug Warga kali ini melibatkan masyarakat dari Kelurahan Pamoyanan, Sawah Gede, Solokpandang, Sayang, Bojongherang, Muka, serta Desa Sukamaju, Nagrak, Mekarsari, Limbangansari, dan Babakankaret. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi karena selain mendapatkan pelayanan langsung dari berbagai instansi, warga juga disuguhkan beragam kegiatan sosial dan hiburan dengan hadiah doorprize yang menarik.

Acara yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB tersebut diawali dengan sambutan dari Lurah Pamoyanan, Irman Ruslandi, S.STP, selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Cianjur, seluruh instansi terkait, para Ketua RT dan RW, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Cianjur, seluruh jajaran instansi, para RT dan RW, serta masyarakat yang telah membantu dan mendukung sehingga kegiatan Rempug Warga ini dapat terlaksana dengan baik dan tertib," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Dr. Mohammad Wahyu Ferdian dalam kesempatan tersebut menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kaum lansia, serta memberikan penghargaan kepada para Ketua RT dan RW teladan di lingkungan Kelurahan Pamoyanan.

Momen yang menarik perhatian warga terjadi ketika Bupati Wahyu membagikan makanan yang tersedia di meja tamu undangan kepada masyarakat secara langsung. Sikap sederhana dan penuh keakraban tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, kegiatan Rempug Warga di Kecamatan Cianjur berlangsung lancar, aman, dan tertib. Program ini diharapkan terus menjadi sarana efektif untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan warga Kabupaten Cianjur. ***Red 

DITEMUKAN KUTU PADA RASKIN JATAH JUNI Di GUDang BULOG

Ogan Ilir, agistanews.com – Tim verifikasi beras untuk orang miskin (raskin) Kabupaten  Ogan Ilir membenarkan menemukan adanya beras berkutu di gudang bulog . Disamping berkutu, beras tersebut juga banyak meneer atau beras patahan. ungkap Isnarmayanti akan di ganti, dia sekedar pelantara dari kecamatan di kabupaten Ogan Ilir.

Ketua tim verifikasi raskin isnarmayanti mengakui secara umum kondisi raskin yang ada di gudang cukup bagus. Untuk prosentase broken kurang dari 20%, menir kurang dari 2%, sosohnya 95%. Namun disalah satu stafel ditemukan kutu beras. Oleh karena itu, tim verifikasi minta Bulog untuk melakukan fumigasi sebelum didistribusikan, agar kutu mati dan tidak berkembang.

Harapannya nanti untuk penyaluran bulan Juli, amasyarakat miskin dapat raskin dengan kualitas baik, terlebih menjelang Ramadan, sehingga harapannya warga penerima raskin dapat menikmati beras yang enak.

Tim verifikasi melakukan pengecekan raskin di Bulog untuk memastikan beras yang akan didistribusikan mulai  kondisinya layak. Bagi Bulog, tim verifikasi minta untuk lebih selekstif dan cermat dalam memasukan beras ke gudang, termasuk pula agar menekan para mitra bulog agar menjaga kualitas raskin.

Rencana raskin kuota Juli akan didistribusikan mulai bulan juli bila ditemukan raskin yang tidak memenuhi standart, meskipun hanya ditemukan satu kantong atau 15 kg, Dolog harus mengganti dengan beras yang baru.

Tim Verifikasi Raskin yang terdiri dari inspektorat, BPPKP, Disperindagkop dan Bagian Perekomonian Setda melakukan pengecekan kualitas raskin langsung ke gudang Bulog Pasalnya dari pemberitaan sebelumnya sejumlah truk bermuatan beras raskin ditolak masuk ke gudang karena kualitasnya tidak memenuhi standart. (BK). ***mirwati

Jumat, 12 Juni 2026

Polres Cianjur dan PMI Gencarkan Donor Darah untuk Atasi Krisis Stok Darah

CIANJUR, agistanews.com – Dalam upaya membantu mengatasi krisis stok darah yang tengah terjadi di Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur bekerja sama dengan PMI Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan donor darah massal yang melibatkan personel kepolisian dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Cianjur yang saat ini mengalami kekurangan.

Menurutnya, donor darah massal tidak hanya melibatkan anggota kepolisian, tetapi juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi, termasuk para pengemudi ojek online maupun ojek pangkalan.

"Dengan donor darah massal yang melibatkan masyarakat, diharapkan stok darah di Cianjur dapat kembali aman dan mencukupi kebutuhan pasien yang membutuhkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80," ujar AKBP Alexander, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, kegiatan kemanusiaan tersebut tidak akan berhenti pada momentum peringatan HUT Bhayangkara saja. Polres Cianjur bersama PMI berkomitmen menjadikan donor darah sebagai program rutin guna membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Kami berencana menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin. Selain membantu PMI menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat," tegasnya.

Melalui kolaborasi antara Polres Cianjur, PMI, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur dapat terus terpenuhi sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah dapat berjalan optimal. ***(Hdi)

Polsek Bojongpicung Tanam Jagung Hibrida 2 Hektare di Haurwangi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

CIANJUR, agistanews.com – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polsek Bojongpicung Polres Cianjur bersama Kelompok Tani (Poktan) Barokah melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan non baku sawah seluas 2 hektare yang berlokasi di Kampung Kulina RT 02/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Bojongpicung IPTU Muchtaromi, SH., MH., didampingi Kanit Binmas serta Bhabinkamtibmas Desa Sukatani AIPTU Candra. Sebanyak 14 petani yang tergabung dalam Poktan Barokah di bawah kepemimpinan Ganda Wijaya turut ambil bagian dalam proses penanaman.
Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi peran aktif Polri sebagai Polisi Penggerak Ketahanan Pangan dalam mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

Berdasarkan data yang dihimpun, lahan seluas 2 hektare tersebut ditargetkan dapat dipanen pada 29 Juli 2026 dengan estimasi hasil mencapai 6 ton jagung hibrida.

Kapolsek Bojongpicung IPTU Muchtaromi mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.
“Alhamdulillah kegiatan penanaman jagung hibrida berjalan lancar dalam situasi yang aman dan kondusif. Kami berharap hasil panen nantinya dapat menambah ketersediaan pangan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi bagi para petani,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan Polres Cianjur terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.

Polres Cianjur SIAP: Setia, Inspiratif, Amanah, Produktif.

#SwasembadaPanganBiroSDMPoldaJabar #KetahananPanganBiroSDMPoldaJabar #PolresCianjurSIAP #PolsekBojongpicung #KetahananPangan #JagungHibrida #Cianjur

Polres Cianjur dan Pemkab Cianjur Gencarkan Donor Darah untuk Atasi Krisis Stok Darah

CIANJUR, agistanews.com – Menindaklanjuti krisis stok darah yang tengah terjadi di Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menggelar kegiatan donor darah massal sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Selain melibatkan personel kepolisian, Polres Cianjur juga mengajak para pengemudi ojek online maupun ojek pangkalan untuk turut berpartisipasi mendonorkan darahnya.

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan kemanusiaan, khususnya dalam menjaga ketersediaan stok darah di Cianjur yang saat ini mengalami keterbatasan.

"Melalui donor darah massal yang melibatkan masyarakat, kami berharap stok darah di Cianjur dapat kembali aman dan mencukupi kebutuhan pasien yang membutuhkan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80," ujar Kapolres, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan darah di Cianjur cukup tinggi, sehingga diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan.

Kapolres menegaskan bahwa program donor darah tidak hanya dilakukan dalam momentum Hari Bhayangkara saja, tetapi akan diupayakan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Kegiatan donor darah ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, kami berencana menjadikannya sebagai agenda rutin sehingga dapat terus membantu masyarakat dan menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Cianjur," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Cianjur berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa sesama. ***(HDI)

Polri Dukung Ketahanan Pangan, Polres Cianjur Panen Jagung Hibrida di Desa Jamali

Cianjur, agistanews.com – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan Polres Cianjur di wilayah Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Sebagai bagian dari program Ketahanan Pangan yang digagas Polri, Polres Cianjur melalui Polsek Mande menggelar panen jagung hibrida di lahan pertanian seluas 1,5 hektare milik Kelompok Tani Harapan Maju yang berlokasi di Desa Jamali, Selasa (2/6/2026). Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 10 ton jagung tongkolan.

Kegiatan panen dihadiri oleh Kapolsek Mande AKP Eriyanto, S.H., M.H., Bhabinkamtibmas Desa Mulyasari AIPTU Acep Rohidin, S.H., perwakilan Dinas Pertanian Rudi Suprianto, serta Ketua Kelompok Tani Endang Sulaeman.

Kapolsek Mande AKP Eriyanto menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil kerja keras para petani yang selama ini mengelola lahan dengan penuh semangat dan dedikasi.

“Panen jagung hibrida ini merupakan hasil kerja keras petani di Desa Jamali. Kami berharap hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang sedang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, AKP Eriyanto mengungkapkan bahwa petani masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, salah satunya serangan hama tikus yang berdampak pada penurunan hasil produksi sehingga panen belum mencapai hasil yang optimal.

“Kami akan terus mendukung para petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian, termasuk pengendalian hama, agar produktivitas pertanian di wilayah Cianjur dapat terus meningkat,” tambahnya.

Selanjutnya, hasil panen jagung hibrida tersebut akan didistribusikan ke Gudang BULOG Cianjur sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan dan mendukung program swasembada pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Polres Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Cianjur. ***Red/iduy

#SwasembadaPanganBiroSDMPoldaJabar #KetahananPanganBiroSDMPoldaJabar