Rabu, 05 Agustus 2026

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, RT 01/RW 07 Kelurahan Sayang Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-RT

CIANJUR, agistanews.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, RT 01/RW 07 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur menggelar Turnamen Sepak Bola Antar-RT yang berlangsung di Lapang Empang City, Rabu (5/8/2026).

Turnamen tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pengembangan bakat sepak bola usia dini, khususnya bagi Kelompok Usia (KU) 8 dan KU 9. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas di lingkungan masyarakat.

Sekretaris RT 01/RW 07, H. Ujang Sulaeman, berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
"Turnamen sepak bola ini diharapkan menjadi wadah pembinaan usia dini di tingkat RT sehingga anak-anak memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sejak dini," ujar H. Ujang.

Ia juga mengimbau seluruh peserta, pendukung, maupun masyarakat yang hadir agar menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung serta tidak mudah terpancing oleh provokasi yang berpotensi menimbulkan keributan.

"Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas turnamen sehingga kegiatan ini benar-benar menjadi ajang persaudaraan dan kebersamaan," tegasnya.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, H. Ujang berharap pembinaan sepak bola usia dini di lingkungan RT dapat terus berkembang dan melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di masa mendatang. ***(Densu)

Polres Cianjur Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Cianjur, agistanews.com - Polres Cianjur mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Cianjur. Pada hari pertama, sebanyak 10 ribu liter air bersih didistribusikan ke dua lokasi, yakni Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, dan Desa Bobojong, Kecamatan Mande.

Di Desa Kertajaya, ratusan warga tampak mengantre membawa ember, tandon, hingga galon untuk mendapatkan pasokan air bersih. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah musim kemarau.

Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas laporan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kekeringan.

"Banyak laporan melalui layanan 110 terkait bencana kekeringan. Makanya kami siapkan tangki, dan akhirnya hari ini kami mulai distribusikan bantuan," Rabu (5/8/2026).

"Ia menyebut, pada hari pertama penyaluran terdapat dua titik distribusi.
Hari ini total ada dua titik yang disalurkan bantuan air bersih. Total 10 ribu liter air bersih yang kami salurkan," Ujarnya

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.
"Tidak hanya terkait hukum, tapi Polri juga mengabdikan diri untuk membantu masyarakat. Silakan yang memang memerlukan air bersih lapor melalui layanan 110. Setiap harinya truk akan beroperasi menyalurkan bantuan air bersih di 17 kecamatan yang terdampak kekeringan," Ujarnya 

Polres Cianjur mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih agar memanfaatkan layanan 110 untuk menyampaikan laporan sehingga penyaluran dapat dilakukan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak. ***( Hdi )

Aksi Nyata di Musim Kemarau: Ketua Forum RW Desa Mandalawangi Syafrizal, S.Pd., M.M. Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Tiga RW


MANDALAWANGI, KBB. Agistanews.com  — Krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang dirasakan oleh warga Desa Mandalawangi mendapat perhatian serius dari tingkat kepemimpinan warga. Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M., bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayahnya, Rabu (5/8).

Bantuan air bersih tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga di tiga Rukun Warga (RW), yakni RW 01, RW 03, dan RW 05. Distribusi air bersih ini disambut antusias oleh ratusan warga yang telah mengantre dengan membawa berbagai wadah penampung air seperti ember, jerigen, dan drum di titik-titik pembagian.

Kepedulian Nyata di Tengah Musim Panas
Musim kemarau yang melanda dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan sumur-sumur warga di sejumlah titik Desa Mandalawangi mulai menyusut bahkan mengering. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga keperluan mandi dan sanitasinya.

Menanggapi keluhan tersebut, Syafrizal, S.Pd., M.M. inisiatif mengoordinasikan pengiriman suplai air bersih langsung ke lokasi warga. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial seorang pemimpin warga terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakatnya.
"Kami memahami betul betapa vitalnya kebutuhan air bersih bagi warga, terutama di musim panas seperti sekarang ini. Begitu mendapat laporan dan melihat langsung kondisi di lapangan, kami berkoordinasi untuk segera mendistribusikan air bersih ke RW 01, RW 03, dan RW 05. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat," ujar Syafrizal, S.Pd., M.M. saat ditemui di lokasi penyaluran.
Warga Sampaikan Rasa Syukur dan Terima Kasih
Kehadiran mobil tangki air bersih yang dikirimkan atas instruksi Ketua Forum RW ini langsung mencairkan kecemasan warga. Warga tampak sumringah dan berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian air.
Salah seorang perwakilan warga dari RW setempat menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Syafrizal. Menurutnya, bantuan ini datang di saat yang sangat tepat ketika cadangan air di rumah-rumah warga sudah hampir habis.

"Kami mewakili warga RW 01, RW 03, dan RW 05 mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Syafrizal selaku Ketua Forum RW Desa Mandalawangi. Beliau sangat peduli dengan kondisi kami yang kesulitan air di musim panas ini. Bantuan ini sangat berarti dan benar-benar kami butuhkan sekarang," ungkap salah seorang warga dengan penuh rasa syukur.

Distribusi air bersih ini berjalan dengan tertib berkat kerja sama yang baik antara pengurus Forum RW, ketua-ketua RT/RW setempat, serta warga yang antre secara teratur.

Melalui aksi sosial ini, Forum RW Desa Mandalawangi Syafrizal, S.Pd., M.M. berharap sinergi dan kepedulian antarwarga terus terjalin erat. Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan situasi musim kemarau ini dan berupaya mencari solusi lanjutan apabila krisis air bersih masih berlanjut di wilayah Desa Mandalawangi. ***Red.aji

Selasa, 04 Agustus 2026

HAK JAWAB RESMI PEMERINTAH DESA JAGOLANO Terkait Pemberitaan "Delapan Bulan Belum Rampung, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Desa Jagolano Tuai Sorotan Warga"

OGAN ILIR, agistanews.com – Pemerintah Desa Jagolano, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, menyampaikan hak jawab atas pemberitaan berjudul "Delapan Bulan Belum Rampung, Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih di Desa Jagolano Tuai Sorotan Warga" yang telah dipublikasikan pada Juli 2026.

Kepala Desa Jagolano, A. Wahit, menegaskan bahwa kondisi pembangunan Kantor Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat ini telah mengalami perkembangan. Informasi yang menyebut pembangunan belum rampung merupakan gambaran pada saat tertentu, sedangkan kondisi terkini menunjukkan bahwa pekerjaan telah kembali berjalan.

Menurut A. Wahit, Pemerintah Desa Jagolano mengambil langkah tegas dengan mengambil alih pelaksanaan pembangunan agar proses penyelesaian tidak kembali terhambat.

«"Pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih saat ini sudah berjalan kembali. Pekerjaan tersebut telah kami ambil alih sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Desa Jagolano agar pembangunan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat," tegas A. Wahit.»

Pemerintah Desa Jagolano menegaskan bahwa pengambilalihan pekerjaan dilakukan demi menjaga keberlangsungan pembangunan, memastikan pemanfaatan anggaran berjalan sebagaimana mestinya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jagolano.

Pemerintah Desa juga menghormati fungsi pers sebagai sarana kontrol sosial. Namun demikian, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap pihak yang dirugikan atau berkepentingan berhak memberikan hak jawab agar masyarakat memperoleh informasi yang lengkap, akurat, dan berimbang.

Melalui hak jawab ini, Pemerintah Desa Jagolano meminta kepada media yang memuat pemberitaan dimaksud untuk mempublikasikan hak jawab ini secara proporsional sesuai ketentuan Pasal 5 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Pemerintah Desa Jagolano juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal penyelesaian pembangunan Kantor Koperasi Desa Merah Putih sehingga dapat segera difungsikan sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat di Desa Jagolano, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir. ***Yati

Yuliani, A.Md.Keb Sampaikan Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Ogan iIlir, agistanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yuliani, A.Md.Keb menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa.

Momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat atas perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membangun Indonesia yang semakin maju.

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata demi Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan." ujar Yuliani.

Sebagai tenaga kesehatan, Yuliani juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT RI sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, memperkuat solidaritas sosial, serta bersama-sama membangun bangsa yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! 🇮🇩

Menanti Kepastian dari Istana: GTKN Desak Presiden Tegaskan Nasib PPPK Paruh Waktu dalam Pidato Kenegaraan

JAKARTA, agistanews.com – Menjelang Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada 14 Agustus 2026 sekaligus penyampaian Pengantar Rancangan APBN Tahun Anggaran 2027, Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional (GTKN) mendesak pemerintah memberikan kepastian atas penyelesaian status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu.

Bagi GTKN, persoalan tersebut tidak dapat terus berlarut. Ribuan guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjalankan tugas negara dinilai masih menunggu kepastian mengenai masa depan status kepegawaiannya. Karena itu, pidato kenegaraan dipandang sebagai momentum penting bagi Presiden untuk menunjukkan keberpihakan terhadap peningkatan kesejahteraan aparatur pendidikan.

GTKN menyatakan masih menaruh kepercayaan bahwa Presiden memiliki komitmen untuk menuntaskan persoalan tersebut. Kepastian perubahan status PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu dinilai bukan sekadar penyesuaian administrasi, melainkan bentuk penghargaan negara atas dedikasi para guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.

Namun, di balik besarnya harapan itu, keresahan di kalangan guru dan tenaga kependidikan disebut terus meningkat. GTKN menilai ketidakjelasan arah kebijakan berpotensi memperpanjang ketidakpastian yang selama ini dirasakan para PPPK Paruh Waktu.

Organisasi tersebut juga menyampaikan bahwa apabila Pidato Kenegaraan Presiden belum memberikan kejelasan mengenai penyelesaian status PPPK Paruh Waktu, gelombang penyampaian aspirasi secara damai diperkirakan akan semakin menguat. GTKN menyebut lebih dari 20.000 anggotanya, bersama tenaga kesehatan dan tenaga teknis, telah menyatakan kesiapan untuk menyampaikan aspirasi sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

GTKN berharap pemerintah memanfaatkan momentum pembahasan RAPBN 2027 untuk menghadirkan kepastian kebijakan yang selama ini dinantikan. Menurut organisasi tersebut, kepastian status bukan hanya berdampak pada kesejahteraan aparatur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang pendidikan.

"Yang kami tuntut bukan janji baru, melainkan kepastian. Negara perlu memberikan kejelasan mengenai penyelesaian status PPPK Paruh Waktu agar para guru dan tenaga kependidikan dapat bekerja dengan tenang serta memperoleh penghargaan yang layak atas pengabdiannya," demikian penegasan GTKN.

GTKN menutup pernyataannya dengan harapan agar Pidato Kenegaraan Presiden 14 Agustus 2026 menjadi titik balik penyelesaian persoalan PPPK Paruh Waktu, sehingga keadilan dan kesejahteraan bagi guru serta tenaga kependidikan dapat segera diwujudkan. ***Red

Korwil dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Rantau Panjang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI


OGAN ILIR, agistanews.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan bersama seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, menunjukkan semangat kebersamaan dengan menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan.

Momentum peringatan HUT RI tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan, gotong royong, dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Korwil beserta para kepala sekolah mengajak seluruh insan pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga masyarakat, untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, disiplin, serta semangat belajar yang tinggi.

Melalui semangat "Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", jajaran pendidikan di Kecamatan Rantau Panjang berkomitmen mendukung terwujudnya generasi penerus yang berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan kebangsaan.

Korwil Pendidikan Kecamatan Rantau Panjang menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di lingkungan sekolah.
"Semoga semangat kemerdekaan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak bangsa," ujarnya.

Dengan semangat Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Korwil dan seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Rantau Panjang berharap Indonesia semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan dunia pendidikan terus menjadi pilar utama dalam membangun masa depan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!