Breaking News

Sabtu, 19 September 2026

Turnament Fun FootBall Karang Taruna RW 07 Gang Santosa Kelurahan Sayang


Cianjur, agistanews.com - Karang Taruna Sub Unit RW 07 Kelurahan Sayang, Menggelar Turnament Fun FootBall 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan silaturahmi.

Maka dengan hal itu, kalah menang bukan tujuan utama, tapi untuk Kekompakan, Sportivitas, dan Semangat Kebersamaan, kegiatan ini dilakanakan di lapang sepak bola pajangan RT 03 RW 07 Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Sabtu 19/ 09/2026.

Widji Eko selaku Kepala Kelurahan Sayang berpesan kepada seluruh tim yang mengikuti Turnament jangan terlalu keras karena takut ada yang cendera, dimana untuk kedepannya pelaksanaan Turnament ini ternyata yang dilaksanakan oleh semua ke RT an dari 1 sampai 4 dimana saya harap kepada semua warga masyarakat yang ada disini bisa bermain dengan sportiv junjung tinggi Sportivitas dan tetap menjaga nama baik lingkungannya masing - masing jangan sampai keras, keras boleh tapi kasar jangan tetap keras kita harus berolah raga dan harus memperkuat diri. Tegasnya.

Dan saya ucapkan terima kasih kepada panitia telah melaksanakan kegiatan ini untuk memperkuat kebersamaan di ke RW an 07, mudah - mudahan acara ini bejalan lancar, kedepannya mudah - mudahan RW - RW tetangga bisa di undang untuk bisa bermain di sini, dan terima kasih kepada yang memberikan tempat yang dulunya sawah pertanian dan sekarang digunakan untuk lapang sepak bola, tambahan kepada para panitia harus ada undangan buat para pedagang biar bisa berdagang disini karena banyak pengunjung dan harus bisa menjaga kebersihan bersama - sama.

Ketua RW 07 Iyus Jayusman mengatakan kita jangan mengejar juara, karena tujuan utama adalah mempererat silaturahmi seleruh Pemuda Pemudi RW 07 yang di komandoi oleh Rikky selaku Ketua Karang Taruna RW 07 bisa mengadakan kegiatan ini dan tujuan utamanya untuk mempersatukan, keberamaan seluruh pemuda - pemudi di ke RW an 07 mudah - mudahan kedepannya kita bisa mengadakan Turnament yang lebih besar lagi.

Ketua Panitia indra mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu atas terselenggaranya kegiatan ini secara khusus saya sebagai ketua panitia menyampaikan apresiasi setinggi - tingginya kepada seluruh anggota panitia, Adapun kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi meningkatkan kebersamaan serta menjadi wadah bagi masyarakat, Turnament ini ada 3 katagori pertama SD, SMP dan Dewasa. Dan untuk yang Dewasa diikuti 17 tim ke RW an 07 dan jumlah pertandingannya total 34 pertandingan sampai final nanti, jadi untuk panitia terutama wasit kami berharap semoga pertandingan dapat berjalan dengan lancar, tertib, aman dan menjunjung tinggi Sportivitas.***Densu

Kamis, 17 September 2026

Wujud Nyata Kepedulian, Ketua Forum RW Syafrizal. S.Pd., M.M., Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga RW 03 Desa Mandalawangi

CIPATAT, agistanews.com - Di tengah tantangan musim kemarau yang melanda, kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat Desa Mandalawangi. Ketua RW 03 yang juga menjabat sebagai Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M., turun tangan langsung menyalurkan bantuan air bersih bagi warga RW 03 pada KAMIS 17 September 2026.

Mengatasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau
Musim kemarau tahun ini telah menyebabkan sejumlah sumur warga di wilayah RW 03 mulai mengalami penyusutan debit air, bahkan beberapa di antaranya mengering. Kondisi ini tentu menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga keperluan mandi.

Merespons keluhan dan kesulitan warganya, Syafrizal,S.Pd., M.M., bergerak cepat dengan mendatangkan tangki suplai air bersih ke lokasi pemukiman warga.
Kehadiran truk tangki air bersih tersebut disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat setempat. Warga tampak tertib membawa berbagai wadah dan ember untuk menampung air bersih yang dibagikan secara gratis.

Warga Masyarakat menilai Syafrizal,S.Pd., M.M., sebagai sosok pemimpin yang selalu tanggap dan peka terhadap persoalan di lapangan.
Bantuan Tepat Sasaran: Distribusi air bersih difokuskan langsung ke titik-titik warga yang paling membutuhkan di lingkungan RW 03.

"Kami mewakili masyarakat RW 03 mengucapkan banyak terima kasih kepada ketua RW 03 Syafrizal,S.Pd., M.M.,Beliau selalu sigap membantu warga, apalagi sekarang sedang musim kemarau panjang. Bantuan air bersih ini sangat meringankan beban kami untuk keperluan sehari-hari," ungkap salah satu warga setempat dengan penuh rasa syukur.


Aksi kemanusiaan ini menegaskan komitmen ketua RW 03 Syafrizal, S.Pd., M.M., dalam mengemban amanah kepemimpinan, baik di tingkat RW maupun Forum RW Desa Mandalawangi. Diharapkan, aksi tanggap darurat ini dapat menginspirasi solidaritas sosial yang lebih luas antar-warga dalam menghadapi dampak musim kemarau secara bersama-sama. ***Aji

Rabu, 16 September 2026

Penilaian SKP Guru di SMPN 1 Sungai Pinang: Bukan Sekadar Administrasi, Kinerja Pembelajaran Jadi Sorotan

OGAN ILIR, agistanews.com — Penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) guru di SMP Negeri 1 Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir, menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus mendorong peningkatan kualitas kinerja guru.

Di bawah kepemimpinan Kepala SMP Negeri 1 Sungai Pinang, Warsono, S.Pd., penilaian SKP guru mencakup tiga komponen utama, yakni Praktik Kinerja, Perilaku Kerja, serta Pengembangan Kompetensi dan Pelaksanaan Tugas Pokok.

Penilaian tersebut menempatkan proses pembelajaran sebagai salah satu bagian yang mendapat perhatian melalui observasi langsung terhadap praktik kinerja guru.

Observasi Pembelajaran Jadi Bagian Penting

Pada komponen Praktik Kinerja, kepala satuan pendidikan melakukan observasi terhadap guru berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Observasi dilakukan untuk melihat bagaimana guru melaksanakan kegiatan pembelajaran, termasuk bagaimana materi disampaikan sehingga peserta didik dapat memahami pembelajaran dengan lebih mudah.

Hasil observasi kemudian menjadi bahan evaluasi. Dari proses tersebut, kepala satuan pendidikan memberikan rekomendasi yang dapat digunakan guru sebagai masukan untuk meningkatkan praktik kinerja pada pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.

Dengan mekanisme ini, penilaian tidak hanya melihat apakah tugas telah dilaksanakan, tetapi juga bagaimana proses pembelajaran dijalankan di dalam kelas.

Tujuh Perilaku Kerja Guru Ikut Dinilai

Selain praktik pembelajaran, aspek Perilaku Kerja juga menjadi bagian dari penilaian SKP.

Terdapat tujuh aspek perilaku yang dinilai, yaitu Orientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Ketujuh aspek tersebut menjadi bagian dalam melihat pelaksanaan tugas guru dari sisi perilaku kerja dan profesionalitas di lingkungan satuan pendidikan.

Kompetensi dan Tugas Pokok Tak Lepas dari Penilaian

Komponen ketiga mencakup Pengembangan Kompetensi dan Pelaksanaan Tugas Pokok Guru.

Penilaian meliputi aspek inspirasi, kemajuan penguasaan kompetensi, serta pelaksanaan tugas pokok guru.

Artinya, peningkatan kompetensi dan pelaksanaan tugas pokok menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari evaluasi kinerja guru.

Tiga Kategori Hasil Penilaian

Dari keseluruhan proses tersebut, hasil penilaian SKP guru dituangkan dalam tiga kriteria, yakni Di Bawah Ekspektasi, Sesuai Ekspektasi, dan Di Atas Ekspektasi.

Ketiga kategori tersebut menjadi gambaran capaian kinerja berdasarkan komponen yang telah dinilai.

Penilaian SKP di SMP Negeri 1 Sungai Pinang pada akhirnya diharapkan dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Guru memperoleh gambaran mengenai capaian kinerjanya, sekaligus ruang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi, perilaku kerja, dan pelaksanaan tugas pokok.

Dengan demikian, SKP tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja guru dan layanan pendidikan di satuan pendidikan. ***Yt


Dapur MBG Tanjung Raja Ogan Ilir Jalankan Standar BGN, Terpilih Juara Empat dalam Perlombaan

OGAN ILIR, SUMSEL agistanews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik. Pelaksanaan program tersebut turut ditopang oleh keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan proses penyediaan makanan sesuai standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satunya adalah Dapur SPPG Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dapur MBG ini mulai beroperasi sejak November 2025 dan berada di lokasi yang relatif jauh dari pusat keramaian.

Dari pantauan di lokasi, aktivitas para relawan terlihat berlangsung sejak proses pengolahan bahan baku hingga tahap pengemasan makanan. Dengan penuh ketelitian, makanan yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam ompreng sebelum dikemas dan diikat untuk kemudian disusun ke dalam mobil boks yang telah terparkir di garasi.

Aktivitas tidak hanya berlangsung pada bagian pengemasan. Sejumlah relawan tampak sibuk mengolah bahan baku makanan, sementara di bagian lainnya tersedia area pencucian yang terlihat tertata dan bersih.

Pengelola SPPG Tanjung Raja secara bertahap melakukan pembenahan fasilitas dan proses kerja guna menyesuaikan pelaksanaan program dengan standar serta petunjuk teknis yang diarahkan BGN.

Penerapan standar tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pengolahan bahan makanan, kebersihan, pencucian peralatan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan. Seluruh proses diarahkan agar berjalan sesuai SOP yang berlaku dalam penyelenggaraan program MBG.

SPPG Tanjung Raja Putra Raih Posisi Keempat

Selain menjalankan pelayanan MBG, SPPG Tanjung Raja Putra juga turut ambil bagian dalam sebuah perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka menilai dan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan SPPG.

Dalam perlombaan tersebut, SPPG Tanjung Raja Putra terpilih meraih posisi nomor empat (4) dan memperoleh penghargaan.

Adapun nama-nama yang tercatat dalam tim tersebut yakni:

1. Andiwijaya
2. Jodi
3. Reza Arissandi
4. Pebriyadi
5. Muhammad Yasin
6. Gusti Yansah

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan SPPG Tanjung Raja dalam menjalankan pelayanan MBG sekaligus melakukan peningkatan kualitas pengelolaan dapur dan pelayanan pemenuhan gizi.

Ke depan, keberadaan SPPG diharapkan dapat terus menjaga kebersihan, ketepatan proses, kualitas makanan serta konsistensi penerapan SOP sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara optimal bagi penerima manfaat.

Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Awak Media (YT) AgistaNews.com

Kapolda Jabar Dan Kapolres Cianjur Jajaran Forkompinda Resmikan Tugu Knalpot Ayam Pelung Menjadikan Inovasi Terbaru Kabupaten Cianjur.

Cianjur, agistanews.com  - Kepala Kepolisian Daerah Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Dr.Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Meresmikan Tugu Knalpot Ayam Pelung di kabupaten Cianjur Pada Hari Rabu 16/09/2026

Ikon baru Kota Cianjur tersebut berdiri di tengah persimpangan jalan. Monumen ini tersusun dari sejumlah knalpot yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai ayam jantan, lengkap dengan jengger berwarna merah yang menjadi ciri khasnya.

Kehadiran Tugu Knalpot ini menjadi salah satu ikon baru yang menghiasi kawasan perkotaan Cianjur."Ujarnya Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yuriko Hadi.

" Ini salah satu inovasi yang dilakukan polres Cianjur, berapa bulan ini kita keras sekali keinginan besar dari Kapolres Cianjur,dengan Jajaran untuk menertibkan sesuatu yang tidak nyaman salah satunya adalah knalpot brong." Ungkapnya 

Saat ditanya mengenai masih adanya pelajar yang menggunakan knalpot brong, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi mengingatkan para remaja agar mulai memikirkan masa depan dan tidak sekedar mengikuti tren atau ajakan lingkungan.

" Kalau kita sayang sama diri kita kedua orang tua kita keluarga ayo siapkan diri kita 
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak menghabiskan masa mudanya dengan kegiatan yang tidak memberikan manfaat menurut nya setiap anak perlu memiliki target dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan." Pungkasnya ***Hdy

Minggu, 13 September 2026

BRIGEZ DAN SKB KEMBALI PERKUAT PROGRAM KESETARAAN 2026


BANDUNG BARAT, agistanews.com — Akses pendidikan masih menjadi salah satu pekerjaan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tidak semua masyarakat memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan melalui jalur formal, sehingga keberadaan pendidikan nonformal dan program kesetaraan menjadi bagian penting untuk membuka kembali kesempatan belajar.

Pendidikan kesetaraan bukan sekadar jalur alternatif. Bagi masyarakat yang pernah terhenti dari pendidikan formal, program tersebut dapat menjadi pintu kedua untuk memperoleh kesempatan belajar dan menyelesaikan pendidikan pada jenjang yang setara SD, SMP, maupun SMA.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Bandung Barat pada 2025 tercatat 8,34 tahun, meningkat dari 8,24 tahun pada 2024. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 12,26 tahun pada 2025.
Meski menunjukkan perkembangan positif, capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tantangan pendidikan masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan banyak pihak.
 Peningkatan akses pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan jalur formal, tetapi juga membutuhkan penguatan pendidikan nonformal yang mampu menjangkau masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan.

Di tengah kebutuhan tersebut, DPW Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat bersama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Bandung Barat kembali memperkuat kerja sama di bidang pendidikan kesetaraan.

Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Program Pendidikan Nonformal Kesetaraan jenjang SD, SMP, dan SMA Tahun Ajaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026, bersama para peserta didik dan bertempat di Sekretariat DPD KNPI Kabupaten Bandung Barat.

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung kesiapan proses belajar mengajar sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat yang karena berbagai kondisi belum dapat menyelesaikan pendidikan melalui jalur formal.

Perwakilan Brigez Indonesia Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa organisasi kepemudaan tidak ingin hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan pendidikan.

“Kami ingin organisasi tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan pendidikan. Data RLS Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan bersama untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan belajar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan SKB, kami ingin ikut membuka ruang tersebut.”

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan pendidikan membutuhkan sinergi lintas unsur. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan MoU.

Implementasi di lapangan menjadi ukuran sebenarnya. Proses belajar mengajar harus berjalan, peserta didik memperoleh pendampingan, serta akses terhadap pendidikan kesetaraan benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, kerja sama Brigez Indonesia KBB dan SKB Kabupaten Bandung Barat diharapkan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung Barat.

Sebab, ketika masih ada masyarakat yang belum menuntaskan pendidikan, maka membuka kembali jalan untuk belajar merupakan pekerjaan bersama yang belum selesai. ***Red

Banyu Raya Tampil Beda, HUT RI dan Maulid Nabi Jadi Panggung Perjuangan serta Budaya Sunda

CILILIN, BANDUNG BARAT. Agistanews.com — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak selalu harus dirayakan dengan hiburan musik modern. Di tengah masyarakat, kreativitas justru dapat menjadi sarana untuk menghadirkan hiburan sekaligus menjaga nilai sejarah, keagamaan, kebersamaan, dan budaya lokal.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan yang digelar organisasi Banyu Raya. Alih-alih mengandalkan hiburan band atau dangdut, Banyu Raya memilih menghadirkan pertunjukan drama perjuangan, drama sosial, drama kehidupan, hingga kaulinan baheula.

Konsep tersebut menjadi pembeda Banyu Raya dalam setiap kegiatan tahunannya. Panggung hiburan tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat masyarakat terhibur, tetapi juga menjadi media untuk mengingat jasa para pahlawan dan para pejuang sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional Sunda kepada generasi muda.

Tokoh Banyu Raya, Wandri Hariyan, mengatakan konsep drama memang menjadi ciri khas organisasi tersebut.
“Alhamdulillah, setiap tahun organisasi Banyu Raya ini berbeda dari yang lain. Kalau yang lain sudah biasa dengan hiburan band dan dangdut, Banyu Raya pasti drama selalu ditampilkan,” ujar Wandri.

Kaulinan Baheula Kembali Dihidupkan
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah diangkatnya berbagai kaulinan baheula ke dalam pertunjukan drama.

Permainan tradisional seperti paciwit-ciwit lutung, encrak, enggrang, loncat tinggi, sondah dan maen beklen dikemas secara kreatif menjadi bagian dari cerita.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk ngamumule budaya Sunda, terutama di tengah perkembangan zaman yang membuat permainan tradisional semakin jarang dimainkan oleh anak-anak.

Bagi Banyu Raya, budaya bukan sekadar sesuatu yang harus dikenang, tetapi perlu dihidupkan kembali melalui kreativitas dan keterlibatan generasi muda.

Drama Perjuangan Mengingatkan Jasa Para Pahlawan
Selain kaulinan baheula, drama perjuangan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Pertunjukan tersebut membawa pesan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan dan perjuangan para pendahulu dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tidak hanya itu, Banyu Raya juga menghadirkan drama bertema sosial dan kehidupan, sehingga pertunjukan memiliki pesan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Di balik kreativitas tersebut terdapat peran tokoh pemuda Giri Finansa, A.Md., yang turut menyusun sejumlah naskah drama bertema sosial, perjuangan kehidupan dan kaulinan baheula.

Kemerdekaan Dipadukan dengan Nilai Keagamaan

Rangkaian kegiatan Banyu Raya juga tidak berhenti pada semarak HUT ke-81 RI. Momentum tersebut dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Warga mengikuti kegiatan keagamaan berupa doa bersama, mahalul qiyam, serta penampilan grup qosidah Al Gofar Assa'adah yang diisi oleh ibu-ibu.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Ustad H. Syarif Hidayatullah, S.Pd.I, Ketua RT Anwar Hidayat (Away), serta Ketua Pelaksana Aldika.

Perpaduan antara semangat kemerdekaan, nilai keagamaan, budaya Sunda dan kebersamaan warga membuat kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Banyu Raya: Merayakan Kemerdekaan, Merawat Budaya

Apa yang dilakukan Banyu Raya menunjukkan bahwa perayaan di tengah masyarakat dapat dikemas lebih bermakna. Hiburan tidak harus berhenti pada tontonan, tetapi dapat menjadi ruang untuk belajar sejarah, mengenal budaya, memperkuat keagamaan dan membangun kebersamaan.

Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana namun kuat: jangan melupakan jasa para pejuang dan jangan biarkan budaya Sunda hilang ditelan zaman.

Dengan drama, kaulinan baheula, doa bersama dan kegiatan Maulid Nabi, Banyu Raya menjadikan momentum perayaan sebagai panggung kebersamaan yang menghidupkan kembali identitas budaya dan semangat perjuangan masyarakat. ***Red