Breaking News

Senin, 31 Agustus 2026

Pilkades Digital Cianjur Digelar 18 Oktober, 47 Desa Siap Uji Sistem Baru: Anggaran Hemat Rp2,5 Miliar, Keamanan Jadi Sorotan

CIANJUR, agistanews.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi mencanangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Digital bertajuk “Menuju Cianjur 2026”. Sistem baru tersebut akan diuji pada Pilkades serentak di 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan pada 18 Oktober 2026.

Pencanangan sekaligus sosialisasi digelar di Gedung Praja Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (31/8/2026), dan dihadiri jajaran Forkopimda Cianjur, termasuk Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, Dandim 0608, Kajari, Ketua DPRD, Pengadilan Negeri, serta jajaran DPMD Provinsi Jawa Barat dan DPMD Kabupaten Cianjur. Sejumlah camat juga hadir dalam agenda tersebut.

Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian mengatakan penerapan sistem digital ditargetkan mampu membuat pelaksanaan Pilkades lebih efisien sekaligus menekan biaya penyelenggaraan.

Menurutnya, penggunaan sistem digital diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga Rp2,5 miliar dibandingkan pelaksanaan dengan metode konvensional.

«“Hari ini kita memasuki tahapan sosialisasi dengan mengundang seluruh prokopimda dan pihak yang akan melaksanakan teknis di lapangan. Kami juga melakukan simulasi agar perangkat daerah di kecamatan memahami gambaran pelaksanaan Pilkades serentak nanti,” ujar Bupati.»

Lansia Jadi Perhatian, Sistem Barcode Disiapkan

Transformasi digital dalam pemungutan suara juga diakui membutuhkan kesiapan di lapangan, khususnya bagi pemilih lanjut usia.

Pemkab Cianjur menyiapkan mekanisme barcode untuk membantu pemilih yang mengalami kesulitan menggunakan perangkat digital. Barcode tersebut nantinya cukup ditempelkan pada kamera tablet yang digunakan dalam proses pemilihan.

Bupati memastikan pendampingan akan disediakan panitia di setiap desa apabila terdapat pemilih yang mengalami kendala.

“Jika ada kesulitan, akan ada pendampingan dari panitia di setiap desa,” jelasnya.

Tak Terhubung Internet, Data Disimpan Lokal

Pemkab Cianjur menyebut sistem Pilkades digital yang digunakan tidak bergantung pada koneksi internet. Sistem dirancang offline atau lokal, dengan data pemungutan suara disimpan pada memory card perangkat tablet.

Bupati menyebut potensi gangguan sistem telah diperhitungkan. Berdasarkan penjelasan narasumber dalam sosialisasi, kemungkinan terjadinya error disebut sekitar 0,1 persen.

Untuk mengantisipasi gangguan teknis, pemerintah menyiapkan perangkat cadangan serta skema mitigasi apabila terjadi kendala saat pelaksanaan.

Polisi Siapkan 300 Personel, Manipulasi Suara Jadi Perhatian

Di sisi keamanan, Polres Cianjur menegaskan tidak ingin penerapan sistem digital justru membuka celah kerawanan baru.

Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan sekitar 300 personel atau dua pertiga kekuatan Polres Cianjur akan disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades.

Jumlah personel nantinya akan disesuaikan dengan dinamika keamanan serta jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang terbentuk.

Pengamanan menjadi perhatian serius karena pada periode Pilkades sebelumnya sempat terjadi insiden pembakaran surat suara.

«“Mengingat pengalaman periode lalu terjadi insiden pembakaran surat suara, hal itu menjadi konsen kami. Kami juga mengantisipasi kejahatan siber dan manipulasi suara,” tegas Kapolres.»

Bukan hanya pengamanan fisik, kepolisian juga menaruh perhatian terhadap potensi serangan siber maupun manipulasi hasil pemungutan suara.

Polres Cianjur telah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan terhadap sistem dan perangkat yang digunakan.

Selain itu, Posko Sentra Gakkumdu akan disiapkan untuk merespons berbagai potensi pelanggaran, dengan layanan kepolisian melalui hotline 110.

Panitia Akan Diskrining, Konflik Kepentingan Diantisipasi

Untuk menjaga independensi penyelenggara, kepolisian juga akan melakukan skrining terhadap panitia Pilkades.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi hubungan keluarga antara panitia dengan calon kepala desa.

“Kami juga akan melakukan skrining panitia agar tidak memiliki hubungan saudara dengan calon. Kerawanan sudah kami petakan dan solusi telah kami siapkan,” pungkas Kapolres.

Pilkades digital 18 Oktober mendatang kini menjadi ujian penting bagi Pemkab Cianjur. Bukan hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat, keamanan suara, transparansi proses, dan kesiapan penyelenggara di 47 desa.

Jika sistem berjalan sesuai target, Pilkades digital dapat menjadi tonggak baru dalam tata kelola pemerintahan desa di Cianjur. Namun, keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh satu hal utama: apakah teknologi mampu menghadirkan pemilihan yang benar-benar aman, transparan, mudah diakses, dan dipercaya masyarakat. ***Densu

Merayakan Tonggak Sejarah Satu Tahun, SPPG Selacau 1 Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik bagi Penerima Manfaat



Batujajar, agistanews.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selacau 1 secara resmi memperingati hari ulang tahunnya yang pertama pada tanggal 1 September 2026. Momentum istimewa ini menandai perjalanan dedikasi penuh selama satu tahun penuh, terhitung sejak 1 September 2025 hingga 01 September 2026, dalam menyediakan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas bagi masyarakat.

Perayaan milad pertama ini diselenggarakan secara khidmat dan penuh kebersamaan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, tim pengelola dapur, mitra strategis, serta perwakilan instansi terkait. Dalam perjalanannya selama 12 bulan terakhir, SPPG Selacau 1 telah aktif berkolaborasi dengan berbagai elemen penting di tingkat lokal, termasuk sekolah-sekolah dan posyandu setempat, guna memastikan distribusi gizi tepat sasaran.

Pihak manajemen SPPG Selacau 1 menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dan memberikan dukungan nyata selama tahun pertama operasional mereka.
"Terima kasih kepada tim, mitra, sekolah, posyandu, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan 1 tahun SPPG Selacau 1," tulis perwakilan manajemen dalam pernyataan resminya.

Melalui momentum hari jadi yang pertama ini, SPPG Selacau 1 tidak hanya merayakan pencapaian masa lalu, tetapi juga meneguhkan visi ke depan. Lembaga ini menyatakan komitmen kuatnya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, menjaga standar higienitas dan gizi menu makanan, serta memperluas dampak positif bagi seluruh penerima manfaat di wilayah Selacau dan sekitarnya.

Dengan semangat baru di usia yang menginjak satu tahun, SPPG Selacau 1 siap melangkah ke tahun-tahun berikutnya dengan inovasi pelayanan gizi yang lebih prima, transparan, dan berkelanjutan. Informasi dan dokumentasi seputar aktivitas harian serta menu bergizi dari SPPG Selacau 1 dapat diakses lebih lanjut melalui akun media sosial resmi Instagram dan TikTok di @sppg_selacau1

***RED : AJI

Minggu, 30 Agustus 2026

PLN ULP Padalarang Gencarkan Edukasi Bahaya Listrik, Warga Diingatkan Jaga Jarak Aman Minimal 3 Meter

PADALARANG, BANDUNG BARAT agistanews.com — PT PLN (Persero) melalui UP3 Cimahi–ULP Padalarang terus menggencarkan sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan akibat aktivitas warga yang berdekatan atau beririsan langsung dengan jaringan listrik.

Melalui kampanye “Pahami Jarak Aman Jaringan Listrik dengan Bijak”, PLN mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele keberadaan jaringan listrik di lingkungan sekitar. Prinsip Ingat, Pahami, Hindari (IPH) menjadi pesan utama yang disampaikan, dengan menjaga jarak aman minimal 3 meter dari instalasi kelistrikan.

Imbauan ini dinilai penting karena berbagai aktivitas sehari-hari, baik di ruang publik maupun kawasan permukiman, masih berpotensi menimbulkan kecelakaan listrik. Bahaya tidak hanya berupa sengatan listrik akibat kontak langsung, tetapi juga flashover atau loncatan listrik yang dapat terjadi ketika seseorang atau benda berada terlalu dekat dengan jaringan bertegangan.

PLN ULP Padalarang mengingatkan sedikitnya enam aktivitas yang harus menjadi perhatian masyarakat.

1. Jangan Bermain Layangan Dekat Jaringan Listrik

Bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik sangat berisiko. Benang yang tersangkut pada kabel dapat menjadi penghantar listrik, terlebih ketika menggunakan bahan konduktif atau dalam kondisi basah.

Risiko tersebut dapat menyebabkan arus listrik menjalar hingga ke tubuh pemain dan berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.

2. Waspada Saat Melakukan Penggalian

Masyarakat maupun pekerja yang melakukan penggalian tanah di area publik dan permukiman diminta berhati-hati terhadap kemungkinan adanya kabel listrik bawah tanah.

Penggalian tanpa memperhatikan utilitas yang berada di bawah permukaan dapat merusak jaringan PLN, membahayakan pekerja, sekaligus menyebabkan gangguan atau pemadaman listrik di wilayah sekitar.

3. Jangan Memasang Antena, Parabola atau Reklame Terlalu Dekat

Pemasangan antena televisi, parabola, baliho maupun papan reklame harus memperhitungkan posisi dan bentangan jaringan listrik.

Konstruksi yang terlalu dekat dengan kabel, terlebih jika roboh dan mengenai jaringan, dapat membahayakan penghuni rumah, pekerja maupun pengguna jalan.

4. Perhatikan Jarak Saat Membangun atau Merenovasi Rumah

Aktivitas pembangunan dan renovasi rumah juga menjadi salah satu potensi bahaya apabila dilakukan terlalu dekat dengan jaringan listrik.

Material bangunan, rangka baja, besi maupun peralatan kerja yang menyentuh atau terlalu dekat dengan kabel listrik dapat memicu kecelakaan. Karena itu, pekerja maupun pemilik bangunan diminta memastikan area kerja tetap berada pada jarak aman.

5. Hati-Hati Mengoperasikan Alat Berat

Penggunaan crane, excavator, scaffolding maupun peralatan berukuran besar di sekitar jaringan listrik membutuhkan kewaspadaan ekstra.

PLN mengingatkan agar operator memperhatikan jarak aman minimal 3 meter. Sengatan listrik bahkan dapat terjadi tanpa adanya sentuhan langsung apabila alat atau material berada terlalu dekat dengan jaringan bertegangan.

6. Jangan Membakar Sampah di Dekat Jaringan dan Aset PLN

Pembakaran sampah di bawah jaringan listrik atau di sekitar tiang dan gardu PLN juga harus dihindari.

Panas dan asap dari pembakaran dapat merusak komponen jaringan maupun utilitas kelistrikan. Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan jaringan, korsleting hingga membahayakan masyarakat di sekitar lokasi.

Keselamatan Listrik Bukan Hanya Tanggung Jawab PLN

PLN ULP Padalarang menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan jaringan listrik, seperti pohon yang mendekati kabel, jaringan yang mengalami gangguan, maupun kejadian lain yang dapat mengancam keselamatan.

Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.

Pesan PLN sederhana namun penting: ingat bahaya listrik, pahami jarak aman, dan hindari aktivitas yang berisiko.

Kesadaran warga dalam menjaga jarak aman dari jaringan listrik diharapkan dapat mencegah kecelakaan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib dan andal. ***RED: Aji

Warga Desa Sarampad Semarakan HUT RI ke - 81 dengan Jalan Sehat dan Hiburan Rakyat

CIANJUR, agistanews.com — Ribuan warga memadati Lapang SDN Sarampad, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dalam rangkaian puncak perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mengusung tema besar "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", kegiatan jalan sehat dan hiburan rakyat ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Minggu (30/8/2026).

Acara yang digelar Minggu pagi itu dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ibu-ibu pengajian BKMM, Babinkamtibmas, Babinsa, PKK, BPD, Karangtaruna, hingga seluruh lapisan masyarakat Desa Sarampad dan sekitarnya. Antusiasme terlihat dari ribuan kupon yang disediakan panitia ludes terjual, bahkan peserta datang tidak hanya dari Sarampad, tetapi juga dari Mangunkerta, Benjot, Talaga, hingga Cianjur kota.
Ketua Panitia, Rudi Widiyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini memang bukan yang pertama, tahun-tahun sebelumnya juga kita adakan. Namun bedanya saat ini kami melibatkan kolaborasi dengan masyarakat umum, PKK, kader posyandu, karang taruna—semuanya bersinergi. Antusiasme masyarakat tahun ini jauh lebih terlihat, karena didukung penuh dan dipimpin langsung oleh Pak Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, dan BPD yang bekerja sama dengan luar biasa," ujar Rudi.

Kepala Desa Sarampad, Dudu Abdurajab, S.IPem., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya rangkaian acara HUT RI ke-81 yang telah berlangsung sejak beberapa pekan lalu.

"Alhamdulillah, kegiatan jalan sehat ini adalah puncak dari rangkaian acara HUT RI ke-81. Sebelumnya kami adakan lomba-lomba seperti karaoke, lomba PBB dan AB tingkat SD/MI. Hari ini puncaknya adalah jalan santai dan alhamdulillah diikuti bukan hanya dari Sarampad, tapi juga dari desa tetangga. Kami sediakan lebih dari seribu kupon dan semuanya terjual habis," tuturnya.

Dudu menambahkan bahwa rute jalan sehat kali ini dirancang sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer agar peserta tidak terlalu lelah, mengingat tujuan utama adalah berolahraga sekaligus bersenang-senang. Hadiah utama yang diperebutkan pun mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di antaranya kulkas, televisi, dan mesin cuci.

"Harapan ke depan, selama saya menjabat sebagai kepala desa sejak 2022, kegiatan seperti ini akan terus kami adakan. Sudah empat kali kami gelar perayaan HUT RI, mulai dari Kampung 18, Sukawarna, Jamaras, dan kini yang keempat masih di Jamaras. Semoga ke depannya semakin meriah, peserta semakin banyak, dan hadiah semakin meningkat," pungkas Dudu.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang itu ditutup dengan pengundian hadiah utama dan hiburan rakyat yang melibatkan seluruh warga. Suasana keakraban, gotong royong, dan semangat kemerdekaan terpancar jelas di setiap sudut lapangan, menjadikan peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sarampad sebagai momen yang tak terlupakan. warga memadati Lapang SDN Sarampad, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dalam rangkaian puncak perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mengusung tema besar "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", kegiatan jalan sehat dan hiburan rakyat ini berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Minggu (30/8/2026).

Acara yang digelar Minggu pagi itu dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ibu-ibu pengajian BKMM, Babinkamtibmas, Babinsa, PKK, BPD, Karangtaruna, hingga seluruh lapisan masyarakat Desa Sarampad dan sekitarnya. Antusiasme terlihat dari ribuan kupon yang disediakan panitia ludes terjual, bahkan peserta datang tidak hanya dari Sarampad, tetapi juga dari Mangunkerta, Benjot, Talaga, hingga Cianjur kota.

Ketua Panitia, Rudi Widiyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini memang bukan yang pertama, tahun-tahun sebelumnya juga kita adakan. Namun bedanya saat ini kami melibatkan kolaborasi dengan masyarakat umum, PKK, kader posyandu, karang taruna—semuanya bersinergi. Antusiasme masyarakat tahun ini jauh lebih terlihat, karena didukung penuh dan dipimpin langsung oleh Pak Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, dan BPD yang bekerja sama dengan luar biasa," ujar Rudi.

Kepala Desa Sarampad, Dudu Abdurajab, S.IPem., dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya rangkaian acara HUT RI ke-81 yang telah berlangsung sejak beberapa pekan lalu.

"Alhamdulillah, kegiatan jalan sehat ini adalah puncak dari rangkaian acara HUT RI ke-81. Sebelumnya kami adakan lomba-lomba seperti karaoke, lomba PBB dan AB tingkat SD/MI. Hari ini puncaknya adalah jalan santai dan alhamdulillah diikuti bukan hanya dari Sarampad, tapi juga dari desa tetangga. Kami sediakan lebih dari seribu kupon dan semuanya terjual habis," tuturnya.

Dudu menambahkan bahwa rute jalan sehat kali ini dirancang sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer agar peserta tidak terlalu lelah, mengingat tujuan utama adalah berolahraga sekaligus bersenang-senang. Hadiah utama yang diperebutkan pun mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di antaranya kulkas, televisi, dan mesin cuci.

"Harapan ke depan, selama saya menjabat sebagai kepala desa sejak 2022, kegiatan seperti ini akan terus kami adakan. Sudah empat kali kami gelar perayaan HUT RI, mulai dari Kampung 18, Sukawarna, Jamaras, dan kini yang keempat masih di Jamaras. Semoga ke depannya semakin meriah, peserta semakin banyak, dan hadiah semakin meningkat," pungkas Dudu.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang itu ditutup dengan pengundian hadiah utama dan hiburan rakyat yang melibatkan seluruh warga. Suasana keakraban, gotong royong, dan semangat kemerdekaan terpancar jelas di setiap sudut lapangan, menjadikan peringatan HUT RI ke-81 di Desa Sarampad sebagai momen yang tak terlupakan. ***Densu

Semarak HUT RI ke-81 di RW 12 Desa Cipatat: Pentas Seni, Sisingaan, hingga Pesan Solidaritas dari Kepala Desa dan Ketua RW

Cipatat, agistanews.com — Warga RW 12, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat sukses menyelenggarakan rangkaian perayaan HUT Republik Indonesia ke-81 pada Minggu, 31 Agustus 2026. Berbagai kegiatan meriah mulai dari perlombaan anak-anak hingga pementasan seni tradisional sukses menyatukan antusiasme warga dalam balutan kebersamaan dan rasa syukur.

Rangkaian acara ditutup secara meriah pada malam hari melalui pagelaran seni budaya anak-anak berupa tarian tradisional, kreasi seni dangdut, pertunjukan kesenian khas Sisingaan, serta perlombaan panjat gebog yang mengundang gelak tawa dan hiburan bagi seluruh warga yang hadir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cipatat, Darya Sugangga, *menyampaikan* rasa terima kasih mendalam serta rasa syukur tak terhingga kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya guna mewujudkan kebersamaan di tengah masyarakat RW 12.

"Memperingati HUT RI ke 81 ini bukan hanya mengenang perjuangan fisik para pahlawan yang telah gugur, melainkan juga wujud nyata memberikan penghormatan kepada mereka. 

Atas nama pemerintah desa, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua RW dan seluruh masyarakat RW 12," ujar Darya dalam sambutannya.

 Ia juga berpesan agar warga senantiasa mempertahankan rasa solidaritas dan semangat gotong royong demi menjaga persatuan, khususnya di lingkungan RW 12.
Senada dengan Kepala Desa, Ketua RW 12, Rohmat Piay, turut *menyampaikan* apresiasi kepada warga RW 12 yang telah memberikan dukungan serta motivasi hingga dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua RW yang baru. Ucapan terima kasih khusus juga ia haturkan kepada jajaran panitia yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran demi suksesnya perayaan kemerdekaan ini, serta kepada para tokoh masyarakat setempat atas bimbingan yang diberikan.

"Saya menjadi Ketua RW atas kehendak warga yang telah memilih. Sebagai pemimpin yang baru, saya tentu masih dalam proses belajar. Jika ada kesalahan, saya mohon untuk ditegur dan dinasehati apabila ada langkah atau tutur kata yang keluar dari jalur," ungkap Rohmat di akhir sambutannya dengan penuh kerendahan hati.

Perayaan kemerdekaan di RW 12 Desa Cipatat ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga momentum memperkuat kerukunan antar warga, melestarikan budaya lokal, serta merawat warisan semangat gotong royong di tingkat akar rumput. ***RED : Aji

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bandung Barat Bangga: Kehadiran Dalang Cilik Hamdan Rizki Wijaya dan Juru Kawih Fitri Anisah Pukau Warga Cisarua

Cisarua, KBB. Agistanews.com – Kabupaten Bandung Barat kembali melahirkan talenta muda berbakat yang siap mengharumkan nama daerah di kancah seni tradisi Sunda. Hamdan Rizki Wijaya, seorang dalang cilik berbakat, bersama pasangannya juru kawih bersuara merdu, Fitri Anisah, sukses menarik perhatian masyarakat luas berkat kepiawaian mereka dalam melestarikan seni pewayangan dan tembang Sunda.

Kedua kakak beradik yang merupakan anak pasangan bapak Samsa dan ibu Imas Kurniati ini berdomisili di Kampung Cibolang RW 13, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Di usia yang masih sangat muda, keduanya menunjukkan dedikasi tinggi serta penguasaan teknik pementasan wayang golek dan seni kawih yang luar biasa, mulai dari sabetan wayang hingga cengkok lagu Sunda yang dibawakan dengan penuh penghayatan.
Potensi besar yang dimiliki oleh Hamdan Rizki Wijaya dan Fitri Anisah menjadi aset kultural berharga bagi Kabupaten Bandung Barat. Keberadaan mereka membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal masih hidup dan tumbuh subur di kalangan generasi muda pedesaan, khususnya di kawasan pegunungan Cisarua yang sejuk.

Melihat prestasi dan bakat istimewa ini, berbagai kalangan masyarakat berharap pihak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, khususnya Bupati Bandung Barat beserta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dapat segera memberikan perhatian nyata. Langkah konkret berupa pembinaan, penyediaan ruang pementasan, hingga dukungan fasilitas sangat dibutuhkan untuk merangkul dan mengoptimalkan jenjang karier seni mereka ke depan.
Dukungan dari pemerintah daerah tidak hanya akan memotivasi Hamdan dan Fitri untuk terus berkarya, tetapi juga menjadi pelecut semangat bagi anak-anak muda lain di Bandung Barat agar tergerak untuk melestarikan warisan budaya leluhur Nusantara.

RED : AJI

Dua Tahun Mengabdi, AKP Ahmad Tri Lesmana Gelar Silaturahmi Sekaligus Pamit dari Sukaluyu

CIANJUR, agistanews.com — Setelah kurang lebih dua tahun menjalankan tugas sebagai Kapolsek Sukaluyu, AKP Ahmad Tri Lesmana, S.H., M.M. menggelar acara silaturahmi sekaligus pamit dan undur diri bersama unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Sabtu, 29/8/2026

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Acara tersebut menjadi momentum bagi AKP Ahmad Tri Lesmana untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama bertugas di wilayah Sukaluyu.

Dalam sambutannya, AKP Ahmad Tri Lesmana mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa kasih sayang sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dan seluruh unsur yang selama ini menjadi mitra kepolisian.

“Intinya rasa kasih sayang kami ingin mengumpulkan bapak-bapak dan ibu-ibu di malam ini, untuk kita sama-sama bisa ngopi bersama, makan bersama. Tidak ada maksud lain,” ungkap AKP Ahmad Tri Lesmana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dan memfasilitasi kegiatan, termasuk penggunaan gedung PGRI sebagai lokasi acara.

Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Puskesmas Sukaluyu, Ketua RW, Ketua APDESI beserta para kepala desa, Ketua Karang Taruna, Ketua PKK Kecamatan Sukaluyu beserta jajaran, anggota Polres Cianjur dan Polsek Sukaluyu, Bhayangkari, Danposmil Sukaluyu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dua Tahun Mengabdi di Sukaluyu
AKP Ahmad Tri Lesmana mengungkapkan bahwa dirinya mulai mendapat tugas sebagai Kapolsek Sukaluyu pada Juli 2024. Selama kurang lebih dua tahun bertugas, dirinya telah melalui berbagai kegiatan bersama jajaran pemerintahan dan masyarakat setempat.

“Dulu TR kami di bulan Juli 2024. Kemudian kami kemarin mendapatkan telegram, surat perintah dari Polda Jabar itu bulan Agustus 2026. Jadi kami sudah dua tahun, lebih sedikit, hampir dua tahun pas,” jelasnya.

Selama masa tugasnya di Sukaluyu, AKP Ahmad Tri Lesmana juga telah mengikuti tiga kali pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia secara khusus memberikan penghargaan kepada Danposmil Sukaluyu yang dinilainya selalu hadir dan mendampingi berbagai kegiatan.
“Pak Kaposmil yang selalu mendampingi setiap waktu, dari mulai awal sampai akhir. Terima kasih, Pak Kaposmil,” tuturnya.

Acara silaturahmi sekaligus pamit tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian AKP Ahmad Tri Lesmana di Kecamatan Sukaluyu. Ia berharap hubungan baik yang telah terbangun antara kepolisian, pemerintah, TNI, tokoh masyarakat, organisasi, dan warga dapat terus terjaga.

Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga Sukaluyu tetap aman, nyaman dan kondusif, meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di jajaran Polsek Sukaluyu. ***Red/endang

Jumat, 28 Agustus 2026

Dansektor 6 Citarum Harum Tinjau IPAL SPPG Hegarmanah 1, Pastikan Limbah Ramah Lingkungan dan MBG Higienis

CIANJUR, agistanews.com — Komitmen menjaga Sungai Citarum terus digencarkan. Jum'at, 28 Agustus 2026, Dansektor 6 Citarum Harum Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus turun langsung memimpin kegiatan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah di SPPG Hegarmanah 1 Yayasan Tuna Mekar Cianjur.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Turut mendampingi dalam pengecekan ini jajaran Subsektor 3 Ciranjang - Sukaluyu dengan jumlah 8 personel. Kehadiran tim disambut humanis oleh pengelola SPPG dan warga sekitar.

Kolonel Inf Jhonson Mangasitua Sitorus menegaskan, pengecekan ini merupakan bagian dari program Citarum Harum yang fokus pada kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum. Kami ingin memastikan setiap kegiatan usaha, termasuk dapur MBG, tidak membuang limbah sembarangan. Semua harus sesuai baku mutu yang ditentukan, ujarnya di lokasi.

SPPG Hegarmanah 1 Yayasan Tuna Mekar Cianjur sendiri menjadi salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menyalurkan Makan Bergizi Gratis. Dapur ini dipimpin oleh Kepala SPPG Arum Zultiara,S.Gz dan berlokasi di Jalan Selajambe, Kp. Sukaresmi RT 003/RW 005, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu.

Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 2.462 orang, SPPG ini memegang peran penting dalam mendukung program prioritas nasional. Karena itu, aspek kebersihan dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama agar proses produksi makanan tetap aman.

Dalam pengecekan yang dilakukan Subsektor 3, tim menelusuri seluruh alur pembuangan air limbah dari dapur. Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari bak penampungan, proses filtrasi, hingga titik pembuangan akhir.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi yang baik. Air limbah yang keluar tampak jernih, tidak berbau, dan bersuhu hangat. Hal ini mengindikasikan proses pengolahan berjalan sesuai prosedur.

Pihak SPPG juga telah memiliki IPAL Portable sebagai upaya penanganan limbah secara mandiri. Keberadaan IPAL ini dinilai efektif membantu mengurangi beban pencemaran ke lingkungan sekitar, khususnya ke aliran DAS Citarum.

Selain aspek lingkungan, Dansektor 6 juga meninjau langsung proses pengemasan Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, kebersihan dalam mengemas makanan sama pentingnya dengan kualitas gizi. MBG ini program Pak Presiden yang sangat bagus. Kita harus jaga agar anak-anak penerima manfaat mendapatkan makanan yang sehat dan higienis, tambahnya.

Kepala SPPG Hegarmanah 1, Arum Zultiara, S.Gz menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan dari Citarum Harum. Ia menyatakan pihaknya akan terus menjaga standar operasional, baik dalam pengolahan limbah maupun dalam penyiapan makanan untuk ribuan anak sekolah.

Di akhir kegiatan, Kolonel Jhonson mengajak seluruh pengelola SPPG dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Dengan sinergi antara program ketahanan pangan dan pelestarian sungai, diharapkan Citarum yang bersih dan generasi yang sehat bisa terwujud beriringan. ***Densu

Saat Air Mulai Sulit, BAZNAS Cianjur Hadir Membawa Harapan Membantu Menyalurkan Air Bersih.

Cianjur, agistanews.com - Musim kemarau yang telah berlangsung sekitar 3 bulan membuat warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber, mulai merasakan kekeringan selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Pada Rabu,( 19/08/2026 ) BAZNAS Kabupaten Cianjur menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Karena bagi mereka, air bukan sekadar kebutuhan, tetapi harapan untuk tetap bertahan. 

Mari terus hadirkan kepedulian. Bersama BAZNAS Cianjur, salurkan kebaikan dan jadikan setiap bantuan sebagai harapan bagi mereka yang membutuhkan.

" Bantuan ini di berikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak berkurangnya air bersih." Ujarnya 

BAZNAS Cianjur langsung terjun ke lapangan membantu masyarakat kekurangan air yang sedang cuaca saat ini musim kemarau melanda 

Mudahan"an adanya air bersih di berikan oleh BAZNAS Cianjur bisa menjadi bermanfaat untuk warga masyarakat setempat kata H.Fatoni yang langsung terjun ke Lapangan." Ungkapnya ***Hdi

Kamis, 27 Agustus 2026

Syukuran Proyek Granada dan Peringatan Maulid Nabi Digelar di Cangkrang, Dramaga Bogor


BOGOR, agistanews.com — Suasana kebersamaan dan rasa syukur mewarnai kegiatan syukuran atas kinerja pembangunan Proyek Granada sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lokasi proyek GSH, Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu malam, 27 Agustus 2026, mulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga selesai. Acara dihadiri perwakilan pengelola proyek GSH yang diwakili H. Feri, pimpinan CV APM Rijal, serta unsur Pemerintah Desa Cikarawang melalui lingkungan RT 01/RW 01 Kampung Cangkrang.

Kegiatan syukuran tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan dan kinerja pembangunan proyek Granada, sekaligus mempererat silaturahmi antara pihak pengelola proyek, pelaksana pembangunan, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.
Selain agenda syukuran, kegiatan juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Rangkaian acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Doa bersama serta pembagian hadiah dipimpin oleh Bapak Oman.
Kehadiran unsur masyarakat dan pemerintah desa dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya semangat kebersamaan dalam menjaga hubungan baik antara pelaksana proyek dengan lingkungan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pembangunan Proyek Granada dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Desa Cikarawang, khususnya warga Kampung Cangkrang.

AgistaNews.com — Fakta, Akurat dan Berimbang. ***Red/Ida

Senin, 24 Agustus 2026

Rempug Warga di Desa Sirgalih, Pemkab Cianjur Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat

Cianjur, agistanews.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Sirnagalih tepatnya di BTN Cibodas Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Senin 24 Agustus 2026.

Kami dari Pemerintah Kabupaten Cianjur mendekatkan pelayanan - pelayanan melalui Rempug Warga ada pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan KTP, KK, Akte, NIP juga ada gerakan pangan murah, dan mudah - mudahan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat minimal mereka tidak perlu jauh - jauh untuk buat KTP, karena mereka perlu ongkos, makan meninggalkan pekerjaan, anak dan apalagi dari tempat jauh mereka perlu menginap sehingga kami dari pemerintah daerah membuat Rempug Warga, agar warga masyarakat tidak perlu membuang uang - uang untuk perlengkapan administrasi, karena kebutuhan administrasi kami dari pemerintah daerah yang datang ke Desa - Desa. Ujar Bupati Wahyu Ferdian

Kegiatan ini sangat luar biasa karena warga Sirnagalih ini saya nobatkan yang paling antusias makin luar biasa, dan mudah - mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk warga Desa Sirnagalih.
Adapun yang mendapat bantuan seperti pendidikan, santunan anak yatim, jompo, termasuk untuk anak - anak sekolah dan juga surat - surat untuk saat ini itu juga bentuk bantuan kita, dan ada bantuan juga buat emak Eti yang usianya 100 tahun lebih salah satu korban penyitas kebakaran dan Alhamdulillah warga Sirnagalih dari pernyataan emak Eti bahwa warga juga saling membantu bersama RT RW terus Kades, emak Eti pun mendoakan kepada yang sudah membatunya, dari Pemerintah Daerah ingin juga berkontibusi dan insya allah nanti pembangunan rumah emak Eti sampai selesai dan tuntas oleh Pemerintah Daerah. Pesan buat pak Kades semoga sehat tetap semangat sayang kepada masyarakat dan jangan lupa tetap berdoa kepada Allah SWT agar rezeki untuk Sirnagalih bertambah banyak di jauhkan dari segala musibah. Tambahnya.

Harapan Sandy Zaini selaku Camat Cilaku kondisi seperti ini juga di sikapi semua Desa sehingga apabila nanti ada kegiatan seperti ini kondisinya sama dengan Sirnagalih warga sangat kompak sekali dari mulai RT RW juga yang lainnya sehingga kondisi pada saat ini pak bupati sangat puas dan pak Kades yang lain juga supaya tetap juga tetap semangat. Pungkasnya.***Densu

Keluarga Besar bapa samsa dan ibu imas kurniati mengelar acara Pergelaran wayang golek dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-81 Di RW 13 kp.Cibolang

BANDUNG BARAT, agistanews.com — Dalam Rangka
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Keluarga Besar Bapak Samsa Dan Ibu Imas Kurniati sukses Mengelar acara pergelaran wayang golek yang sangat meriah yang menampilkan dalang cilik berbakat, Dede Hamdan Rizki Wijaya, dan juru kawih Fitri Anisah.

Acara tersebut dilaksanakan pada hari Minggu malam , 23 Agustus 2026, bertempat di kp. Cibolang RW 13, Desa Tugumukti, Kacamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pergelaran wayang golek tersebut menarik perhatian warga masyarakat setempat. yang mana kesenian ini di pimpin langsung ku dalang cilik dan juru kawih yang masih muda yang Merupakan anak dari Bapa Samsa dan Ibu Imas Kurniati.

warga Masyarakat Sangat antusias dan berbondong-bondong untuk Menonton pergelaran wayang golek Sampai selesai 

Kegiatan ini bisa berlangsung lancar dan sukses berkat penuh dukungan dari panitia serta unsur pemerintahan setempat.
Ketua RW , Ketua RT setempat
Jajaran Karang Taruna
Panitia Hari Besar Nasional (PHBN)
Dan warga masyarakat Kp. Cibolang RW 13

Salain itu Kemeriahan acara semakin komplit dengan kehadiran tokoh penting,Kepala Desa Tugumukti, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, jajaran RT/RW, Dan pengurus Karang Taruna setempat

Dengan Adanya pergelaran wayang golek yang di dalangi dalang cilik Dede Hamdan Rizki Wijaya ini diharapkan Bisa Menjadi motivasi Buat generasi Muda lainnya agar Bisa mencintai, Menghargai Dan ngamumule kesenian tradisional Sunda, utamanya di wilayah Kacamatan Cisarua, Bandung Barat. ***Red/Aji

Puluhan Pekerja CV APM Jenguk Enam Rekan yang Sakit, Wujud Solidaritas dan Kekeluargaan


BOGOR, agistanews.com — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan keluarga besar pekerja proyek CV APM. Puluhan pekerja secara bersama-sama mengunjungi dan menjenguk enam rekan mereka yang sedang sakit dan menjalani istirahat di rumah kontrakan di kawasan Jalan Cangkrang, Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan CV APM, Rijal, didampingi Wakil Pimpinan Ida Suhada serta Mandor Proyek Rudy. Kunjungan itu bukan sekadar menjenguk rekan yang sedang sakit, tetapi juga menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian di tengah kesibukan pekerjaan proyek.

Rijal mengatakan, kebersamaan dan rasa kekeluargaan merupakan nilai penting yang harus terus dibangun di lingkungan kerja. Menurutnya, ketika salah satu rekan sedang mengalami musibah atau sakit, keluarga besar CV APM harus hadir untuk memberikan dukungan.
«“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan semangat kepada rekan-rekan yang sedang sakit. Mereka adalah bagian dari keluarga besar CV APM. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini mereka merasa tidak sendiri dan diberikan kekuatan untuk segera pulih,” ujar Rijal.»

Ia menilai, menjenguk orang sakit merupakan perbuatan mulia yang tidak hanya mempererat hubungan antarsesama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan rasa persaudaraan.

Menurut Rijal, kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna yang besar. Selain mempererat tali silaturahmi, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pekerja untuk saling menguatkan, berbagi cerita, serta memberikan doa dan dukungan moral kepada rekan yang tengah menjalani masa pemulihan.

“Menjenguk orang sakit juga menjadi penyemangat agar mereka segera sembuh. Doa, perhatian, dan kata-kata positif dari teman-teman tentu sangat berarti bagi mereka yang sedang menghadapi kondisi kurang sehat,” katanya.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika para pekerja kembali mengenang berbagai pengalaman selama bekerja bersama. Canda dan cerita tentang perjalanan mereka di lingkungan proyek menjadi bagian dari kunjungan tersebut.

Selain bersilaturahmi, para pekerja juga menikmati makanan khas yang tersedia di sekitar lingkungan proyek Granada Student House (SGH), Jalan Raya Cangkrang, Dramaga. Momen itu dimanfaatkan untuk saling berbagi cerita, mencurahkan isi hati, hingga membicarakan berbagai hal terkait kesehatan, kehidupan dan keimanan.

Rijal berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja. Ia ingin budaya saling peduli dan membantu terus tumbuh di lingkungan keluarga besar CV APM.

«“Ini langkah positif yang harus terus kita lestarikan dan tingkatkan. Jangan hanya ketika ada yang sakit kita datang, tetapi semangat kekeluargaan dan kepedulian harus selalu ada dalam keseharian,” ungkapnya.»

Bagi keluarga besar CV APM, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah rutinitas pekerjaan dan target proyek, masih ada nilai yang jauh lebih penting, yakni kepedulian, persaudaraan dan kebersamaan.

Semangat itulah yang diharapkan mampu menjadi kekuatan bagi enam pekerja yang sedang sakit agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas bersama rekan-rekannya.

Redaksi: Ida
agistanews.com

Minggu, 23 Agustus 2026

Puncak HUT RI ke-81 di Cisarua: Warga Kp.Cibolang RW 13 Antusias Saksikan Pentas Wayang Golek Dalang Cilik Hamdan Risky Wijaya Putra


CISARUA — Perayaan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampung Cibolang RW 13, Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten bandung barat berlangsung sangat meriah dan penuh khidmat.

Puncak acara yang dinanti-nanti warga ini dimeriahkan dengan pagelaran kesenian tradisional wayang golek. Suasana malam perayaan menjadi istimewa karena dalang yang memimpin pementasan adalah Hamdan Risky Wijaya Putra, seorang dalang cilik berbakat yang merupakan putra daerah asli kelahiran Kp. Cibolang RW 13 sendiri.

Sejak sore menjelang malam, masyarakat dari berbagai kalangan usia—mulai dari anak-anak hingga orang tua—tampak berbondong-bondong memadati lokasi acara. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi untuk menyaksikan kepiawaian sang dalang cilik dalam memainkan tokoh-tokoh wayang golek, yang dibalut dengan gelak tawa dan pesan-pesan kebangsaan yang sarat makna.
Kehadiran Hamdan Risky sebagai talenta lokal menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga setempat, sekaligus wujud nyata kecintaan generasi muda terhadap pelestarian seni budaya Sunda.

Dihadiri Oleh Unsur Muspika dan Tokoh Lokal
Acara puncak perayaan kemerdekaan ini juga semakin khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting dan aparat keamanan setempat, di antaranya:
Kepala Desa Tugu Mukti beserta jajaran perangkat desa.
Babinsa dan Babinmas yang turut mengamankan jalannya acara hingga kondusif.
Para Ketua RW dan RT se-lingkungan Cibolang RW 13.
Tokoh Masyarakat setempat.
Jajaran pengurus dan anggota Karang Taruna Desa Tugu Mukti.

Ketua RW 13 Kp.Cibolang *Menyampaikan*

"Pagelaran wayang golek ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat dalam rangka merayakan HUT RI ke-81, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi antar warga serta wadah membanggakan bagi generasi muda kita," ujar salah satu tokoh masyarakat di lokasi.

Rangkaian acara ditutup dengan lancar dan sukses, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga Kp. Cibolang RW 13 Desa Tugu Mukti yang merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya bangsa.
RED : aji

Sabtu, 22 Agustus 2026

Malam Puncak HUT RI ke-81 di Kampung Tagog, Desa Mandalawangi Berlangsung Meriah dan Sukses


Cipatat, KBB. Agistanews.com — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di wilayah Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ditutup dengan kemeriahan luar biasa. Puncak acara pentas seni yang diselenggarakan di Kampung Tagog, RW 03, sukses menyedot ribuan pasang mata warga yang hadir pada Sabtu malam (22/08).

Acara megah ini diinisiasi langsung oleh Ketua RW 03 sekaligus Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M. Berkat koordinasi yang matang dan tingginya semangat gotong royong, perayaan kemerdekaan tahun ini menjadi salah satu agenda yang paling berkesan bagi masyarakat setempat.
Suasana malam Minggu di Kampung Tagog RW 03 terasa begitu hidup dan meriah. Berbagai potensi seni dan kreativitas warga ditampilkan secara bergantian di atas panggung utama, memukau penonton dari berbagai kalangan usia.

Acara dibuka dengan penampilan energik dari tarian anak-anak setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan tarian kompak dari kelompok ibu-ibu warga RW 03.

Dentum kendang dan alunan musik Sunda menghentak panggung saat tarian Jaipong dibawakan, mendapat sambutan riuh dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Sebagai puncak acara sekaligus pelepas penat, panggung pentas seni ditutup dengan hiburan musik dangdut yang mengajak warga bernyanyi dan berjoget bersama dengan tertib dan gembira.

perayaan kemerdekaan ini semakin istimewa dengan hadirnya berbagai unsur pimpinan wilayah dan tokoh penting.
Tokoh masyarakat setempat
Perwakilan elemen Pemerintahan Desa Mandalawangi.
Para Ketua RW se-Desa Mandalawangi.
Jajaran pengurus RT dan pengurus Karang Taruna.

Ketua RW 03 sekaligus Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M. *Menyampaikan*
Kehadiran para tokoh ini mencerminkan kuatnya sinergi, kebersamaan, dan kekompakan antara pemerintah desa, para pengurus lingkungan, serta masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan bangsa.

"Pentas seni ini bukan sekadar hiburan untuk memperingati HUT RI ke-81, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, merawat budaya lokal, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar warga di Desa Mandalawangi,"
* ujar* Syafrizal S.Pd.,M.M.sela-sela acara.

Acara yang berlangsung hingga larut malam ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses, meninggalkan kesan mendalam serta kebanggaan tersendiri bagi warga Kampung Tagog, RW 03.*tuturnya* RED : AJI

Desa Jambudipa Meriahkan HUT RI ke-81 Sekaligus Peringatan Maulid Nabi SAW 1448 H

CISARUA, KBB. Agistanews.com — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti halaman Kantor Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu malam. Pemerintah Desa Jambudipa menggelar kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Pemerintah Desa Jambudipa, unsur Muspika Kecamatan Cisarua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati halaman kantor desa.

Kepala Desa Jambudipa, Cece Suryadi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai keagamaan tersebut.

«“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dan sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui peringatan Maulid Nabi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Cece.»

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan sukses.
“Saya juga berterima kasih kepada panitia yang sudah membantu acara ini sampai sukses digelar. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus terjaga,” tambahnya.

Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan dan keamanan turut menambah kekhidmatan kegiatan. Tampak hadir perwakilan Camat Cisarua, Ketua MUI Desa Jambudipa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT dan RW, serta lembaga kemasyarakatan desa.

Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan usia juga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kebersamaan warga menjadi salah satu pemandangan utama dalam malam peringatan tersebut.

Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat bersama, serta tausiah keagamaan. Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat kebangsaan.

Momentum peringatan HUT RI ke-81 yang dipadukan dengan Maulid Nabi SAW 1448 H tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai keagamaan dan nasionalisme di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Jambudipa berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Jambudipa. ***RED: AJI

Meriah Warga Kp. Cikamuning RW 01 Tagogapu Padalarang Gelar Puncak HUT RI ke-81

BANDUNG BARAT, agistanews.com — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kampung Cikamuning, RW 01 RT 03, Desa Tagogapu, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mencapai puncaknya pada Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Acara puncak yang dipenuhi antusiasme warga ini berlangsung meriah berkat sinergi apik antara Panitia Hari Besar (PHB) dan Karang Taruna RW 01.

Puncak perayaan kemerdekaan tahun ini terasa semakin spesial dan khidmat dengan kehadiran sejumlah tamu undangan penting dari berbagai unsur. Terpantau hadir di lokasi acara di antaranya perwakilan Pemerintah Desa Tagogapu, Babinsa Desa Tagogapu, jajaran pengurus Karang Taruna, para Ketua RT dan RW setempat, serta para tokoh masyarakat.
Kehadiran aparat kewilayahan dan tokoh masyarakat ini menunjukkan bentuk dukungan penuh serta apresiasi tinggi terhadap kekompakan warga Kp. Cikamuning dalam merawat semangat kebangsaan dan persatuan.
Panggung Seni Warga: Dari Jaipong hingga Rias Anak

panggung hiburan menampilkan berbagai atraksi menarik yang seluruhnya dibawakan oleh warga masyarakat setempat.
Tari Jaipong Tradisional: Salah satu penampilan yang paling memukau perhatian penonton dan tamu undangan adalah pementasan tari Jaipong. Keluwesan dan energi para penampil dalam membawakan tarian khas Sunda ini sukses mengundang riuh tepuk tangan.
Lomba Tatarian Anak-anak: Suasana semakin semarak tatkala anak-anak unjuk gigi dalam ajang kreativitas tata rias. Keluguan serta ekspresi lucu anak-anak dengan kostum dan riasan unik menghadirkan kehangatan tersendiri di tengah-tengah penonton.

Rangkaian acara juga diisi oleh ragam hiburan partisipatif yang melibatkan berbagai usia, mencerminkan tingginya kreativitas warga RW 01.

Dalam sambutannya, ketua PHB panitia *menyampaikan * apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik tenaga, pikiran, maupun materi, sehingga acara puncak HUT RI ke-81 ini dapat terselenggara dengan sukses dan lancar.

Penyelenggaraan acara ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan tahunan semata, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta melestarikan budaya bangsa di tingkat akar rumput. pungkasnya ***RED / AJI

Jumat, 21 Agustus 2026

Dugaan Pengoplosan Elpiji 3 Kg Marak di Cinangka Ciampea, Warga Soroti Aktivitas di Tengah Permukiman

BOGOR, agistanews.com — Dugaan praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi kembali menjadi sorotan. Aktivitas pemindahan isi tabung elpiji 3 kilogram ke tabung berukuran lebih besar diduga berlangsung di kawasan permukiman padat penduduk di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung selama beberapa bulan. Kegiatan itu disebut dilakukan secara tersembunyi di lingkungan permukiman dan diduga berkaitan dengan seorang pengusaha yang dikenal dengan inisial Bolang.

Menurut keterangan warga, modus yang diduga digunakan adalah memindahkan isi elpiji 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi ke tabung non-subsidi berukuran lebih besar. Praktik semacam ini diduga bertujuan memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan selisih harga dan distribusi gas bersubsidi.

Berlangsung di Tengah Permukiman

Yang menjadi perhatian serius warga bukan hanya dugaan penyalahgunaan elpiji bersubsidi, tetapi juga lokasi aktivitas yang disebut berada di tengah kawasan permukiman.

Proses pemindahan gas secara ilegal dinilai memiliki risiko keselamatan tinggi apabila dilakukan tanpa standar keamanan dan fasilitas yang sesuai. Kebocoran gas maupun kesalahan dalam proses pemindahan dapat berpotensi memicu kebakaran atau ledakan.

Warga pun mengaku resah karena aktivitas tersebut disebut berlangsung cukup lama dan berada tidak jauh dari rumah masyarakat.

Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat

Munculnya dugaan aktivitas tersebut dalam waktu yang relatif lama juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di wilayah tersebut.

Sejumlah warga mempertanyakan apakah aktivitas itu sudah diketahui oleh pihak berwenang atau belum. Jika benar telah berlangsung berbulan-bulan, masyarakat berharap aparat tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat maupun dugaan kelalaian dalam pengawasan.

Namun demikian, tudingan mengenai adanya pembiaran oleh aparat masih merupakan dugaan dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan serta penelusuran resmi.

Minta Polres Bogor dan Polda Jabar Turun Tangan

Warga mendesak Polres Bogor dan Polda Jawa Barat segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Masyarakat berharap aparat dapat mengusut secara menyeluruh dugaan pengoplosan elpiji bersubsidi, termasuk menelusuri asal tabung 3 kilogram, pola distribusinya, pihak yang diduga mengendalikan kegiatan, serta aliran keuntungan dari praktik tersebut.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran hukum, warga meminta agar dilakukan penindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, pihak yang disebut berinisial Bolang maupun aparat wilayah setempat perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi atas informasi dan tudingan tersebut.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan aktivitas pengoplosan tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi resmi dari pihak berwenang. ***Red

Kasus Dugaan Asusila terhadap Anak di Cianjur, Keluarga Minta Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban

                    
                         Foto ilustrasi 
CIANJUR, agistanews.com – Dugaan tindak asusila terhadap seorang anak perempuan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi perhatian serius keluarga dan masyarakat. Seorang anak berusia 10 tahun diduga menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang pria yang disebut merupakan tetangganya sendiri.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Jumat dini hari, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, ketika kondisi lingkungan sekitar rumah korban dalam keadaan gelap akibat pemadaman listrik.

Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula ketika seorang anggota keluarga yang berada di dalam kamar terbangun dan menyadari adanya seseorang di dalam rumah. Situasi tersebut kemudian membuat penghuni rumah berteriak hingga orang yang diduga masuk ke rumah tersebut melarikan diri.

Keluarga kemudian memperoleh keterangan dari korban mengenai apa yang diduga dialaminya. Atas dasar pengakuan tersebut, keluarga memutuskan membawa persoalan ini ke jalur hukum dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Pihak keluarga menyebut, setelah kejadian, terlapor sempat mendatangi keluarga korban dan memberikan penjelasan mengenai keberadaannya. Keluarga juga mengaku sempat ditawari sejumlah uang agar persoalan tersebut tidak disebarluaskan. Tawaran itu, menurut keluarga, ditolak.

Korban Mengalami Trauma

Pasca-kejadian, kondisi korban disebut mengalami perubahan. Keluarga menyampaikan bahwa korban mengalami trauma dan kesulitan berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sekolah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena korban masih berusia anak-anak dan membutuhkan pendampingan khusus. Keluarga berharap korban mendapatkan perlindungan serta pendampingan psikologis agar proses hukum tidak semakin memperberat kondisi mentalnya.

Dalam penanganan perkara yang melibatkan anak, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi perhatian utama. Identitas dan informasi yang dapat membuka jati diri korban juga perlu dijaga untuk mencegah korban mengalami tekanan maupun stigma tambahan.

Laporan Masuk ke Kepolisian

Keluarga menyatakan laporan terkait dugaan peristiwa tersebut telah disampaikan kepada Polres Cianjur. Selanjutnya, proses penanganan perkara berada di tangan aparat penegak hukum.

Keluarga berharap polisi dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk memeriksa keterangan saksi dan bukti-bukti yang tersedia, serta memberikan kepastian hukum terhadap perkara tersebut.

Hingga proses penyelidikan dan penyidikan memperoleh kesimpulan resmi, pihak yang dilaporkan tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah. Status hukum terlapor sepenuhnya bergantung pada hasil proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Perlindungan Korban Harus Menjadi Prioritas

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan proses pemidanaan. Pemulihan korban juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Anak yang diduga menjadi korban membutuhkan rasa aman, pendampingan keluarga, dukungan psikologis, serta perlindungan dari tekanan selama proses hukum berlangsung.

Karena itu, keluarga berharap seluruh pihak tidak menyebarkan identitas korban, foto korban, alamat rumah, maupun informasi lain yang memungkinkan masyarakat mengenali anak tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lingkungan sekitar rumah belum tentu sepenuhnya bebas dari ancaman terhadap anak. Pengawasan orang dewasa, kepedulian lingkungan, serta keberanian melaporkan dugaan kekerasan kepada aparat menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak.

Keluarga berharap dugaan perkara ini dapat diusut secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sementara korban memperoleh pendampingan dan perlindungan secara menyeluruh.

Catatan redaksi: Identitas korban sengaja tidak dicantumkan untuk melindungi anak dari kemungkinan stigma, tekanan sosial, dan dampak psikologis lebih lanjut. Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini tetap menunggu hasil penyelidikan dan proses hukum dari aparat berwenang. ***Densu


Perlombaan Keagamaan Antar-RW Se-Desa Mandalawangi Sukses Digelar, Pererat Silaturahmi Warga

Bandung Barat, agistanews.com — Kemeriahan menyelimuti Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (21/8/2026). Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M., sukses menggelar perlombaan keagamaan antar-RW se-Desa Mandalawangi.

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah RW 03 Desa Mandalawangi tersebut berlangsung sejak siang hingga malam hari. Sebanyak 37 peserta dari perwakilan berbagai RW turut ambil bagian, sementara ratusan warga hadir memberikan dukungan dan menyaksikan jalannya perlombaan.

Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah, acara perlombaan keagamaan ini sukses digelar dari siang hingga malam. Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini membuktikan bahwa semangat keagamaan, kebersamaan, dan silaturahmi masih sangat kuat di Desa Mandalawangi,” ungkap Syafrizal.

Sejak dimulai pada siang hari, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan khidmat. Memasuki malam hari, suasana justru semakin meriah, terutama saat memasuki babak penentuan hingga rangkaian penutupan acara.

Menurut Syafrizal, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dari berbagai RW. Semangat kompetisi yang dibangun tetap mengedepankan persaudaraan, kebersamaan, serta nilai-nilai keagamaan.

Kelancaran kegiatan juga tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur kewilayahan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Mandalawangi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RW dan RT se-Desa Mandalawangi, tokoh masyarakat, serta para pemuka agama setempat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang dinilai mampu memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat.

Warga Berharap Menjadi Agenda Rutin

Dengan keterlibatan 37 peserta dari berbagai RW, perlombaan keagamaan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan potensi sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Antusiasme warga juga memunculkan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin setiap tahun.

Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Desa Mandalawangi. ***RED: AJI

Kamis, 20 Agustus 2026

Air Bersih Hadir, Sekolah Makin Sehat! SDN Kebonjeruk Kini Miliki Aquatower Filtration System


CIANJUR, Agistanews.com — Upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan nyaman terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya melalui hadirnya fasilitas penyediaan air bersih di SD Negeri Kebonjeruk, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.

Sekolah tersebut kini memiliki Aquatower Filtration System, sebuah fasilitas penyediaan air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum sekaligus mendukung kebiasaan hidup bersih, termasuk mencuci tangan bagi para siswa, guru, dan warga sekolah.

Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Starbucks Foundation bersama Planet Water Foundation. Bantuan itu secara resmi diresmikan sekaligus diserahterimakan pada Kamis (20/8/2026), dengan dihadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian.
Kehadiran fasilitas air bersih ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung kesehatan anak-anak di lingkungan pendidikan. Ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Starbucks Foundation dan Planet Water Foundation kepada dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama agar keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Air bersih sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan anak-anak kita di sekolah,” ujar Mohammad Wahyu Ferdian.

Ia berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik oleh seluruh warga sekolah. Dengan demikian, Aquatower Filtration System tidak hanya menjadi fasilitas baru di sekolah, tetapi benar-benar mampu mendukung pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian siswa maupun tenaga pendidik.

Lebih jauh, kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, lembaga sosial, dan pihak swasta dalam menjawab kebutuhan dasar di lingkungan sekolah.

Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat terus diperkuat dan diperluas sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Cianjur yang mendapatkan dukungan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, aman, dan nyaman.

Bagi para siswa SD Negeri Kebonjeruk, hadirnya fasilitas air bersih bukan sekadar tambahan sarana sekolah. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Dengan tersedianya air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan minum dan mencuci tangan, sekolah diharapkan semakin mampu menciptakan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan. ***Hdi.

Bukan Sekadar Lomba, SDN 1 Rancapanggung Sulap Limbah Jadi Kostum Kreatif Sambut HUT RI ke-81

BANDUNG BARAT, agistanews.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi berbagai kalangan untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, kreativitas, dan kebersamaan. Di lingkungan pendidikan, perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran karakter bagi peserta didik.

Semangat tersebut turut terlihat di SDN 1 Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sekolah yang berada di tengah lingkungan masyarakat tersebut menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan konsep kegiatan yang berbeda. Kemeriahan perayaan tidak hanya diisi perlombaan, tetapi juga dikolaborasikan dengan kreativitas siswa, keterlibatan guru, dukungan orang tua, serta pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 1 Rancapanggung, Aziz Ismail, M.Pd., rangkaian kegiatan dikemas dengan mengedepankan kebersamaan seluruh warga sekolah.
Suasana sekolah tampak semarak dengan berbagai dekorasi bernuansa merah putih. Guru, siswa, dan orang tua ikut larut dalam suasana peringatan kemerdekaan. Kekompakan tersebut menjadi salah satu hal yang membuat perayaan HUT RI ke-81 di SDN 1 Rancapanggung memiliki warna tersendiri.

Bukan Sekadar Perlombaan

Berbagai perlombaan digelar untuk menambah kemeriahan perayaan. Di antaranya fashion show, tarik tambang, balap kelereng, lomba kerupuk, serta berbagai permainan tradisional yang mengundang antusiasme para siswa.

Namun, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang. Setiap perlombaan menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengenai keberanian, sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, dan menghargai orang lain.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Melalui permainan sederhana, siswa diajak memahami bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan, tetapi bagaimana mereka dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan menjaga kebersamaan.

Fashion Show dengan Pesan Peduli Lingkungan
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah fashion show kreatif.

Berbeda dengan fashion show pada umumnya, siswa SDN 1 Rancapanggung didorong untuk menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Berbagai material bekas dan bahan alami dimanfaatkan untuk menghasilkan kostum yang unik.

Kantong plastik, kardus bekas, ranting pohon, daun kering, serta bahan lainnya diolah menjadi bagian dari busana.

Ranting dan daun yang telah jatuh tidak begitu saja dibuang. Bahan tersebut dimanfaatkan, dianyam, disusun, dan dirangkai menjadi kostum yang memiliki nilai artistik.

Kreativitas tersebut sekaligus membawa pesan edukatif bahwa barang bekas maupun limbah tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, berbagai bahan tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.

Bagi siswa, proses tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Orang Tua dan Murid Bersinergi

Hal yang tidak kalah penting dalam kegiatan tersebut adalah keterlibatan orang tua.

Perayaan HUT RI ke-81 menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan murid. Orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak dalam mempersiapkan berbagai penampilan, termasuk membantu mempersiapkan kostum dan memberikan dorongan agar anak berani tampil di depan orang lain.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

Ketika orang tua ikut terlibat dalam kegiatan sekolah, anak mendapatkan pengalaman bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Anak juga belajar tentang kerja sama, komunikasi, kreativitas, dan rasa percaya diri.

Sinergi antara orang tua dan murid juga memperlihatkan adanya hubungan yang lebih dekat antara keluarga dengan lingkungan sekolah.

Sekolah memberikan ruang, guru memberikan pendampingan, orang tua memberikan dukungan, sementara siswa menjadi aktor utama dalam menunjukkan kreativitasnya.

Guru Ikut Tampil dengan Kostum Pahlawan

Semarak kemerdekaan semakin terasa ketika para guru turut mengambil bagian dalam kegiatan dengan mengenakan cosplay atau kostum bertema pahlawan dan tokoh nasional.

Para guru tampil dengan berbagai karakter dan pakaian yang menggambarkan semangat perjuangan. Kehadiran mereka bukan hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai nasionalisme kepada peserta didik dengan cara yang menyenangkan.

Bagi siswa, melihat guru ikut tampil dan berbaur dalam kegiatan menjadi pengalaman tersendiri. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di kelas, tetapi juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan.

Semangat para guru tersebut turut memperkuat pesan bahwa perjuangan membangun bangsa pada masa kini dapat dilakukan melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Gotong Royong Menjadi Kekuatan

Dari berbagai rangkaian kegiatan tersebut, terlihat bahwa semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam perayaan HUT RI ke-81 di SDN 1 Rancapanggung.

Guru, siswa, dan orang tua mengambil peran masing-masing. Ada yang membantu menyiapkan kegiatan, mempersiapkan kostum, mendampingi anak, mengikuti perlombaan, hingga memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung.

Kebersamaan tersebut menjadikan perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara sekolah dengan keluarga siswa.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, kepedulian, dan rasa cinta tanah air menjadi bagian penting yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

Kemerdekaan dalam Bingkai Pendidikan Karakter

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SDN 1 Rancapanggung pada akhirnya tidak berhenti pada kemeriahan lomba dan kostum.

Di balik kegiatan tersebut terdapat pesan pendidikan yang cukup kuat. Siswa diajak untuk berani tampil, bekerja sama, menghargai teman, mencintai budaya dan perjuangan bangsa, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Pemanfaatan barang bekas dalam fashion show juga menjadi contoh sederhana bahwa pendidikan lingkungan dapat disampaikan melalui kegiatan kreatif.

Sementara keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara sekolah dan keluarga.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan di SDN 1 Rancapanggung tidak hanya diterjemahkan melalui warna merah putih dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui semangat untuk menciptakan generasi yang kreatif, percaya diri, peduli lingkungan, memiliki karakter, dan mampu bekerja sama.

SDN 1 Rancapanggung, Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

Rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 tersebut menjadi gambaran bahwa sekolah dapat menghadirkan perayaan kemerdekaan yang sederhana namun memiliki nilai pendidikan yang kuat.

Aziz Ismail, M.Pd., bersama para guru, siswa, dan orang tua menunjukkan bahwa kebersamaan dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan kegiatan yang meriah sekaligus bermakna.

Dari halaman sekolah, semangat kemerdekaan itu tumbuh melalui kreativitas anak-anak, dukungan orang tua, kekompakan guru, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa memaknai kemerdekaan tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Dari lingkungan sekolah pun semangat Indonesia dapat terus ditanamkan melalui gotong royong, kreativitas, pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan kecintaan terhadap tanah air.

SDN 1 Rancapanggung — Sekolah Berprestasi, Siswa Berkarakter, Bersama Membangun Indonesia Maju.

FWC Cipatat Santuni 51 Anak Yatim dari 7 Desa, Diperkuat Dukungan Donatur dan Indonesia Power

Agustanews.com || BANDUNG BARAT — Forum Wartawan Cipatat (FWC) menggelar kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim dan piatu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Kampung Nyomplong RT 03/RW 12, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 51 anak yatim dan piatu dari tujuh desa se-Kecamatan Cipatat menerima santunan serta paket sembako.

Paket sembako yang diberikan terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan, serta makanan ringan atau cemilan.

Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial insan pers yang tergabung dalam FWC sekaligus momentum mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak yang terlibat dalam kegiatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan sumbangsih untuk anak-anak yatim dan piatu.

“Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak yatim piatu. Kami juga mengapresiasi rekan-rekan wartawan yang telah ikut memberikan donasi. Semoga semangat ini terus dijaga dan bakti sosial seperti ini dapat lebih dipentingkan serta lebih digiatkan lagi,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan saja. Silaturahmi dan semangat kepedulian antarwartawan diharapkan terus berkembang sehingga dapat memotivasi rekan-rekan lainnya untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial.

“Jangan sampai silaturahmi ini terputus. Justru semangat rekan-rekan untuk saling memberikan motivasi dan kepedulian terhadap kegiatan sosial, khususnya kepada anak yatim piatu, harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada Indonesia Power yang telah turut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan Forum Wartawan Cipatat.

Sementara itu, Wakil Ketua Forum Wartawan Cipatat menyampaikan terima kasih kepada para kepala sekolah yang turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Saya juga berterima kasih banyak kepada para kepala sekolah. Kita tidak melihat dari nominal yang diberikan, yang terpenting adalah kebersamaan dan perhatian kita kepada anak-anak kita, khususnya anak yatim piatu,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim tidak harus selalu diukur dari besar kecilnya bantuan. Hal yang lebih penting adalah hadirnya kebersamaan, perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap mereka.

Ketua FWC Cipatat, H. Zezen Syamsudin, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen FWC untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya melalui tugas jurnalistik, tetapi juga melalui kegiatan sosial.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan piatu. Semoga ke depan kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan dan melibatkan lebih banyak pihak,” kata H. Zezen.

Kegiatan santunan tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan. FWC Cipatat berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian, gotong royong dan berbagi kepada sesama. ***Red