CISARUA, Bandung Barat. agistanews.com – Kontestasi Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, semakin menarik perhatian publik. Dari wilayah Dusun 3, muncul figur muda potensial berlatar belakang hukum, M. Iqbal Aula, S.H., yang secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju membawa visi perubahan
Kehadiran M. Iqbal Aula S.H di bursa calon anggota BPD dinilai banyak pihak sebagai angin segar bagi dinamika demokrasi di tingkat desa. Dengan modal keilmuan hukum yang dimilikinya, pemuda yang akrab disapa Iqbal ini berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi utama BPD demi kemaslahatan warga Dusun 3.
Saat wawncarai awak media Respon News M. Iqbal Aula S.H membawa Visi, Misi, dan Slogan
Visi: Terwujudnya BPD Desa Pasirlangu yang inspiratif, transparan, responsif, dan berintegritas melalui semangat "Bergerak Berdampak".
Slogan ("Bergerak Berdampak"): Slogan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, mengawal kebijakan, serta memastikan pembangunan desa berjalan transparan, adil, dan memberikan manfaat nyata.
Motivasi saya Pencalonan
M. Iqbal Aula S.H "mengungkapkan bahwa ia maju sebagai calon anggota BPD (bahkan menjadi salah satu calon termuda dari keterwakilan wilayah) didasari oleh rasa kegelisahan.
Ia melihat Desa Pasirlangu sering dijuluki sebagai "Desa Dolar", namun pada kenyataannya, manfaat nyata dari potensi tersebut masih kurang dirasakan oleh masyarakat luas. Ia memberanikan diri maju dengan harapan bisa membawa perubahan dan dampak positif yang nyata bagi desa.
Kontestasi di Dusun 3
Khusus di Dusun 3, terdapat 4 orang calon yang bertanding.Dari ke empat calon tersebut, 1 orang merupakan incumbent (petahana) dan 2 orang lainnya adalah wajah baru termasuk saya sendiri).
Harapan terhadap Demokrasi dan Pemilihan BPD M. Iqbal Aula S.H "menyampaikan beberapa harapan penting terkait proses pemilihan yang sedang berlangsung:
Berjalan Lancar dan Bersih: Berharap pemilihan berjalan dengan lancar, tertib, transparan, adil, dan profesional.
Tolak Money Politics (Politik Uang): Ia sangat menekankan agar tidak ada praktik politik uang. Menurutnya, politik uang hanya akan membuat masyarakat "terbeli" dan terbelenggu.
Pemilihan ini diharapkan menjadi sarana edukasi bahwa memilih pemimpin atau wakil rakyat tidak harus selalu diukur dengan uang.
Keterwakilan yang Kompeten: Berharap BPD yang terpilih nantinya adalah orang-orang yang profesional, kompeten di bidangnya, dan benar-benar bisa mewujudkan harapan serta aspirasi masyarakat di masa depan. ***RED: AJI






0 komentar:
Posting Komentar