Breaking News

Selasa, 08 September 2026

IJTI Cianjur Gelar Muskorda III, Tegaskan Jurnalis Harus Tetap Kredibel di Tengah Gempuran Distorsi Algoritma

 CIANJUR, agistanews.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) ke-III dengan mengusung tema “Menjaga Kredibilitas di Tengah Distorsi Algoritma.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Bydiel Hotel, Jalan Ir. H. Juanda No. 120, Panembong, Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (08/09/2026).

Muskorda yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga 13.37 WIB tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.O.G., Wakapolres Cianjur, perwakilan Dandim 0608/Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, unsur Forkopimda, IJTI Pengda Jawa Barat, serta Pengurus Pusat IJTI.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.O.G., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muskorda III IJTI Korda Cianjur.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, saya mengucapkan selamat dan apresiasi terhadap terselenggaranya Musyawarah Koordinator Daerah yang ke-III IJTI Kabupaten Cianjur," ujar Wahyu.

Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran penting bagi pemerintah, bukan hanya sebagai sarana penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga sebagai kontrol sosial.

"Pemerintah daerah memerlukan pers, baik media cetak maupun televisi. Kami membutuhkan pers sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan juga sebagai kontrol sosial," katanya.

Wahyu menilai tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin besar, terutama dengan berkembangnya teknologi digital dan media sosial yang memungkinkan siapa saja memproduksi serta menyebarkan informasi.

"Dengan tantangan saat ini, bisa menjadi jurnalis dadakan tanpa pemberitaan yang faktual dan berimbang. Saya sangat terbantu dengan rekan-rekan IJTI, PWI, pewarta dan rekan-rekan jurnalis lainnya," tuturnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak boleh menjadi pemerintahan yang anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan maupun pembangunan.

"Kami sebagai pemerintah menyadari bahwa kami juga manusia, memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kami tidak boleh menjadi pemerintah yang anti kritik. Kami siap menerima masukan untuk bersama-sama membangun Cianjur," tegasnya.

Wahyu juga berharap insan pers dapat menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan yang belum tersentuh pemerintah.

"Jurnalis pada akhirnya bukan hanya kamera dan tempat hiburan, tetapi jurnalis itu tentang manusia, tentang suara masyarakat yang tidak berkenan atau memiliki persoalan yang bisa disampaikan," ungkapnya.

Ia berharap informasi yang disampaikan insan pers benar-benar mampu membantu masyarakat sekaligus menjadi bahan bagi pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

Kepada jajaran IJTI Cianjur, Wahyu berpesan agar Muskorda dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, kedewasaan dan toleransi.

"Utamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Saya yakin dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, IJTI Cianjur semakin maju dan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Cianjur," katanya.

Sementara itu, Eron Syah yang terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Cianjur menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

"Alhamdulillah, ini amanah buat saya untuk keberlangsungan organisasi. Apapun akan saya jalankan. Di tengah pasang surut kondisi media seperti sekarang, kita sebagai jurnalis harus tetap eksis dan tetap berkarya dalam kondisi apapun," ujar Eron.

Ia mengatakan, sejumlah program kepengurusan sebelumnya yang belum berjalan akan kembali dilengkapi dan dilanjutkan dengan melibatkan seluruh jajaran pengurus serta dewan penasihat.

Eron juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi anggota, khususnya bagi anggota IJTI yang belum mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).

"Teman-teman anggota yang belum mengikuti UKJ karena itu memang prosedur yang harus ditempuh di IJTI,maka kita sebagai pengurus harus melibatkan dan mendorong anggota yang belum mengikuti UKJ," jelasnya.

Selain penguatan internal organisasi, Eron menyebut IJTI Korda Cianjur akan menjalankan sejumlah program pelatihan jurnalistik yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari TNI, Polri, pelajar hingga masyarakat umum.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga penting bagi para content creator agar memahami kaidah jurnalistik, khususnya jurnalistik televisi.

"Banyak content creator yang tidak memahami kaidah jurnalistik televisi. Akhirnya banyak yang digugat dan mencederai nama baik jurnalis. Ini penting, bagaimana kita membuat kegiatan untuk content creator dengan kaidah jurnalistik televisi agar mereka memahami aturan jurnalistik," paparnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan dunia media saat ini tidak boleh membuat jurnalis kehilangan arah. Justru, kondisi tersebut harus dijawab dengan menjaga profesionalisme, kredibilitas dan nama baik profesi.

"Kita selalu bersaing dengan distorsi algoritma, tetapi kita harus menjaga eksistensi, kredibilitas, nama baik dan profesionalisme kita," tegas Eron.

Ia juga menyampaikan bahwa IJTI memiliki mekanisme organisasi yang tegas terhadap anggotanya apabila melakukan pelanggaran.

"Di IJTI hukumannya keras. Jika memang berbuat ulah, bisa dicabut keanggotaannya. Karena itu kita akan terus berupaya agar teman-teman bisa hidup dengan karya dan profesi kita tidak mati," katanya.

Eron menambahkan, ke depan IJTI Korda Cianjur akan memperkuat program sekolah jurnalistik, pelatihan internal terkait pengambilan gambar, penulisan naskah, serta berbagai pelatihan lainnya.

"Kita akan menjalankan program-program ke sekolah-sekolah, pelatihan internal, pengambilan gambar, naskah dan lainnya. Kemudian ke tingkat umum, pelajar, TNI dan Polri," pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh insan pers untuk tidak berhenti berkarya dan tetap berpegang teguh pada kaidah jurnalistik.

"Jangan pernah ketika mengambil berita tidak berimbang. Kemudian juga tahan dengan fitnah dan cacian. Selama kita berkarya lurus dan benar, jalani saja," tutupnya. ***Hdi

Perkuat Sinergi , Ketua Forum RW Mandalawangi Syafrizal S.Pd., M.M.,Sambangi Kantor Wabup Bahas Agenda CFD Tagog

BANDUNG BARAT, agistanews.com — Upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan pengurus akar rumput terus digelorakan. Ketua Forum RW Desa Mandalawangi, Syafrizal, S.Pd., M.M., melaksanakan kunjungan silaturahmi resmi ke Kantor Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, M.Si., Senin(7/9/2026).

Pertemuan konstruktif ini diselenggarakan guna membahas berbagai program strategis pembangunan wilayah, salah satunya adalah koordinasi terkait rencana kunjungan Wakil Bupati ke kegiatan Car Free Day (CFD) Tagog Mandalawangi yang rutin digelar setiap hari Minggu.

Sebagai tokoh penggerak masyarakat di tingkat lokal, Syafrizal S.Pd., M.M., menilai kehadiran unsur pimpinan daerah di tengah-tengah warga sangat penting untuk meninjau langsung geliat ekonomi kerakyatan, UMKM, serta aktivitas sosial yang diinisiasi oleh warga Desa Mandalawangi setiap akhir pekan.

"Kehadiran Bapak Wakil Bupati H.asep ismail M.Si., di Car Free Day Tagog Mandalawangi nantinya akan menjadi motivasi tersendiri bagi warga dan para pelaku usaha mikro di tingkat desa. Kami berdiskusi secara langsung untuk menyelaraskan agenda tersebut agar dapat berjalan dengan sukses sekaligus mendengarkan aspirasi warga secara langsung," ungkap Syafrizal.S.Pd., M.M.,
Dalam pertemuan tersebut, ketua forum RW desa Mandalawangi Syafrizal S.Pd., M.M., dan Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail M.Si., juga membahas pentingnya penguatan peran serta masyarakat dalam mendukung program-program kepemudaan, kebersihan lingkungan, serta kemandirian ekonomi desa yang terpusat di kawasan CFD Tagog Mandalawangi.

Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, menyambut hangat inisiatif dan kunjungan silaturahmi dari Ketua Forum RW Desa Mandalawangi tersebut. Pihak pemkab mengapresiasi keaktifan perangkat wilayah dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, serta menyatakan kesiapannya untuk menjadwalkan kunjungan kerja ke kegiatan Car Free Day mingguan di Tagog Mandalawangi. ***RED : AJI

Skandal Tanah 12.700 Meter di Ciptaharja: Kades Tolak Teken Warkah, Eks Kades Oding Sudrajat Diduga Jual Aset Warisan yang Kini Berubah Jadi Sertifikat Mandiri & PT XL

Cipatat, KBB. Agistanews.com — Kasus dugaan mafia tanah di Kabupaten Bandung Barat memasuki babak baru yang semakin pelik. Upaya ahli waris almarhum Ahim untuk mengurus dan mengaktifkan kembali pajak tanah seluas 12.700 meter persegi di Kp. Sukarame, RT 02/RW 02, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, 
dijegal oleh Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Ciptaharja menolak menandatangani warkah dengan alasan data Leter C telah berubah dan tidak didukung alas hak.

Padahal, pihak ahli waris mengantongi dokumen otentik yang sangat kuat berupa Akta Hibah Nomor 2/1967 tertanggal 30 Agustus 1967. Hibah tersebut berasal dari PT Sindang Laka melalui H. Indris lewat PPAT Kecamatan Cipatat atas nama penerima hibah, Ahim.

Keabsahan dokumen ini dikuatkan oleh mantan Camat Cipatat, Drs. Sulaena Paisal, M.AP. Saat dikonfirmasi, ia memastikan bahwa Akta Hibah No. 2/1967 tanggal 30 Agustus 1967 seluas 12.700 meter persegi atas nama Ahim benar-benar terdaftar dan tercatat di dalam buku register resmi kantor PPAT wilayah Kecamatan Cipatat.

BPD Ciptaharja Dinilai Abai, Oknum Mantan Kades Diduga Terlibat
Di tengah jalan buntu administrasi desa, kuasa hukum sekaligus perwakilan ahli waris, Aceng Juandi, melontarkan kritik tajam terhadap lembaga pengawas desa. Menurutnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciptaharja sama sekali tidak menunjukkan fungsi pelayanan dan perlindungan terhadap warganya sendiri yang sedang dizalimi.

Aceng membeberkan fakta mengejutkan di balik penolakan birokrasi desa tersebut. Berdasarkan penelusuran, tanah seluas 12.700 meter persegi milik ahli waris sah tersebut diduga telah diperjualbelikan secara melawan hukum oleh oknum mantan Kepala Desa Ciptaharja, Oding Sudrajat. Lebih parahnya lagi, di atas lahan milik warga tersebut kini sebagian telah berdiri sertifikat hak milik mandiri serta bangunan atau instalasi milik korporasi, salah satunya PT XL Axiata Tbk, yang tercatat pada tahun 2024.

"Bagaimana mungkin desa menolak menandatangani warkah atas dasar Leter C yang berubah tanpa alas hak, sementara tanah milik sah klien kami yang dilindungi Akta Hibah 1967 malah berpindah tangan dan diperjualbelikan oleh oknum mantan Kades Oding Sudrajat hingga terbit sertifikat mandiri dan PT XL? Ini jelas ada indikasi permufakatan jahat dan perampasan hak rakyat," tegas Aceng Juandi.

Dugaan alih fungsi dan penerbitan sertifikat di atas lahan berakte resmi tanpa izin ahli waris ini mengindikasikan adanya praktik mafia tanah sistematis yang melibatkan aktor-aktor lokal. Para ahli waris bersama kuasa hukumnya mendesak penegak hukum, kepolisian, Kementerian ATR/BPN, serta Pemkab Bandung Barat untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, membongkar sindikat penjualan tanah warga, dan menyeret oknum-oknum yang terlibat ke meja hijau. Red/aji

FK PKBM Cianjur Perkuat Tata Kelola PKBM dan SKB Melalui Pembinaan serta Pendampingan Hukum.

Cianjur, agistanews.com - Upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan nonformal terus dilakukan di Kabupaten Cianjur. Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FK PKBM) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Hukum bagi seluruh kepala PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Selasa (8/9/2026), di Aula PGRI Kecamatan Cilaku.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Penguatan Tata Kelola PKBM dan SKB yang Akuntabel, Transparan, dan Berintegritas" sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat profesionalisme penyelenggara pendidikan kesetaraan di tengah tuntutan tata kelola yang semakin akuntabel.

Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan pembinaan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan pemahaman seluruh pengelola PKBM dan SKB mengenai aspek administrasi, regulasi, hingga pengelolaan anggaran pendidikan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"PKBM memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan memiliki kepastian hukum sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat maupun pemerintah," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti tiga agenda utama, yakni pembinaan bagi kepala PKBM dan SKB, pendampingan hukum bagi penyelenggara pendidikan nonformal, serta evaluasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Untuk memperkuat substansi pembahasan, FK PKBM menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur, dan Kepolisian Resor Cianjur.


 Kehadiran ketiga institusi tersebut diharapkan memberikan perspektif yang utuh mengenai tata kelola kelembagaan, pengawasan anggaran, serta aspek hukum yang berkaitan dengan 

penyelenggaraan pendidikan nonformal.
Selain menjadi forum evaluasi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, aparat pengawas, aparat penegak hukum, dan pengelola PKBM dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih baik.
FK PKBM Kabupaten 

Cianjur menilai penguatan kapasitas kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu layanan pendidikan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi permasalahan administrasi maupun hukum dalam 

pengelolaan satuan pendidikan nonformal.
Melalui kegiatan ini, para kepala PKBM dan SKB diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan lembaga, pengelolaan 

Dana BOSP, serta implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi. “ Dengan demikian, pendidikan nonformal di Kabupaten Cianjur diharapkan semakin mampu memberikan layanan yang berkualitas, terpercaya, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya. ***Hdi

Senin, 07 September 2026

Polres Cianjur Bersama Wartawan Bagikan 2.000 Masker Antisipasi Debu Vulkanik Anak Gunung Krakatau

Cianjur, agistanews.com — Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi memimpin kegiatan pembagian masker kepada masyarakat di Tugu Gentur, Bundaran Tugu Gentur Cianjur, pada Minggu 6 September 2026. Kegiatan ini digelar bersama jajaran personel Polres Cianjur dan rekan-rekan pewarta yang berprofesi sebagai wartawan di Cianjur.

Kapolres menyampaikan rasa syukur karena kegiatan sosial ini bisa terwujud berkat dukungan unsur masyarakat. Menurutnya, keterlibatan wartawan menjadi penggerak penting agar informasi pencegahan cepat sampai ke warga.

Ia menjelaskan kegiatan hari ini dilandasi kenyataan empirik di lapangan. Sejak kemarin, sejumlah wilayah di Cianjur mulai merasakan dampak debu yang terbawa angin. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian bersama masyarakat.
Wilayah yang disebut terdampak meliputi kecamatan yang berbatasan ke arah Jakarta seperti Sukaresmi, Pacet, dan Cipanas. Selain itu, Cianjur Kota juga menjadi titik perhatian. Ke arah timur menuju Bandung, wilayah Ciranjang turut dipantau.

Penyebabnya adalah erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi di Selat Sunda. Meski intensitas erupsi disebut tidak terlalu tinggi, abu dan debu vulkaniknya tetap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan.

Faktor lain yang memperparah kondisi adalah musim kemarau yang masih berlangsung. Debu lebih mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan. Karena itu Polres Cianjur memilih langkah preventif lebih awal.

Dalam kegiatan ini, Polres Cianjur bersama rekan wartawan membagikan sebanyak 2.000 masker. Pembagian tidak hanya satu masker per orang, tetapi juga diberikan cadangan agar masyarakat bisa menggunakannya secara bergantian.

Kapolres menegaskan bahwa prinsip yang dipakai adalah pencegahan lebih baik daripada mengobati. Dengan menggunakan masker sejak dini, risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu diharapkan bisa ditekan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Cianjur untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG. Sinergi antara kepolisian, media, dan warga dinilai penting di tengah kondisi seperti ini.

Menutup kegiatan, Kapolres mengajak masyarakat untuk berdoa. Sebagai umat beragama, ia berharap Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga debu vulkanik dan polusi udara bisa berkurang. Ia juga menyebut akan ada ajakan shalat bersama untuk keselamatan warga Cianjur.

Polres Cianjur memastikan kegiatan serupa akan terus dipantau. Jika kondisi udara semakin memburuk, pembagian masker dan sosialisasi kesehatan akan diperluas ke titik-titik lain di Kabupaten Cianjur. ***Hdi

Bupati Cianjur Izinkan Sekolah Terdampak Abu Vulkanik Terapkan Pembelajaran Daring

Cianjur, agistanews.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah cepat untuk melindungi peserta didik dari paparan abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayahnya.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meminta jajaran pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar. Sebagai solusi, pihak sekolah kini diberikan kewenangan untuk menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) atau jarak jauh.

Kebijakan ini diputuskan setelah Bupati berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur serta para kepala sekolah, terutama yang mengelola lembaga pendidikan di wilayah dengan tingkat intensitas sebaran abu vulkanik tinggi.

Menyadari situasi setiap kecamatan atau desa yang berbeda, kewenangan penuh diberikan kepada pihak sekolah untuk mengevaluasi dan memutuskan metode belajar yang paling aman.

"Kami sudah berkoordinasi kepada jajaran Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur dan kepada para kepala sekolah, khususnya yang berada di wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi. Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan untuk pembelajaran online atau daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," ujar Bupati.

Langkah strategis ini diambil agar kegiatan pendidikan di Kabupaten Cianjur tetap dapat berjalan secara optimal tanpa harus mengabaikan kondisi lingkungan serta keamanan siswa maupun tenaga pendidik. ***Hdi

Kesya Aulia dan Sidik Pimpin Karang Taruna RW 12 Cibabat Sukses Gelar Puncak Peringatan HUT RI ke-81

CIMAHI, agistanews.com — Semarak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, ditutup dengan kemeriahan luar biasa. Puncak acara yang diinisiasi oleh Karang Taruna RW 12 sukses digelar pada Sabtu, 5 September 2026, dan berlangsung meriah, aman, serta lancar hingga malam hari.

Rangkaian acara puncak yang dipimpin langsung oleh Ketua Karang Taruna RW 12 Kesya Aulia Dan wakil sidik ini dimulai sejak sore hari. Di Lapangan sutet kegiatan dipadati oleh warga yang antusias menyaksikan berbagai penampilan seni dan budaya lokal. Berbagai pementasan kesenian tradisional hingga kreasi pemuda setempat sukses memukau penonton yang hadir, sekaligus menjadi wadah apresiasi potensi seni warga RW 12.

Menjelang malam, kemeriahan semakin memuncak tatkala panggung hiburan dangdut dibuka. Alunan musik yang dinamis berhasil menghidupkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan di antara ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Acara puncak ini turut dihadiri oleh jajaran tamu undangan penting, di antaranya Lurah Cibabat, Pembina karang taruna RW 12,Andri Purwantoro 
,Eka Ari Setiawan ,Adiucox,Muhtar Lembong Dan Kader RW 12,Ibu Nina ,Ibu Yayah ,Ibu Ida
Tokoh masyarakat Bapa Joko Prihatno
Bapa Heri Ketua RW 12, para Ketua RT setempat, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota Karang Taruna RW 12 yang bahu-membahu menyukseskan jalannya acara dari awal hingga akhir. Kehadiran para unsur pimpinan wilayah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah kelurahan, pengurus warga, dan para pemuda.

Berkat persiapan matang dan koordinasi yang baik antara panitia, perhelatan akbar ini berjalan dengan tertib, aman, dan terkendali. Suksesnya acara ini tidak lepas dari kerja keras Kesya Aulia bersama jajaran Karang Taruna RW 12 yang mampu mengorganisasi perayaan HUT RI ke-81 dengan sukses, meninggalkan kesan mendalam serta mempererat tali silaturahmi antar warga Kelurahan Cibabat.
 
Ketua karang RW 12 Kesya Aulia dalam sambutannya* syukur Alhamdulillah saya berterima kasih kepada warga masyarakat RW 12 yang telah mensupport acara perayaan puncak HUT RI ke 81 yang mana acara berjalan dengan lancar saya berharap acara tersebut di tahun depan lebih mewah dari ini 'tuturnya

Ketua RW 12 Wawan setiawan dan ibu Yuni *Menambahkan* saya ucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada karang Taruna RW 12 yang mana sudah mengadakan acara puncak HUT RI ke 81 sekali lagi saya terimakasih kepada karang taruna RW 12 yang sudah kompak dari awal hingga akhir yang sudah mengadakan acara tersebut,*ungkapnya

Di sela sela kesibuk wakil ketua karang taruna 
RW 12 sidik saat di temui tim media *Mengukapkan*Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar ,dengan kekompakan Karang Taruna RW 12 Alhamdulillah acara dari awal hingga akhir penutupan HUT RI ke 81 ini berjalan aman ,yang mana yang di sampaikan ketua kami Kesya Aulia,apa yang di ucapakan sama terimakasih kepada warga masyarakat yang sudah berpartisipasi dan kompak untuk menyukseskan acara puncak HUT RI ke 81 yang di gelar di lapangan sutet kelurahan Cibabat di RW 12 kecamatan Cimahi Utara semoga acara ini tahun Ketahun selalu kita adakan *Pungkasnyanya*

RED : aji