Breaking News

Selasa, 08 September 2026

IJTI Cianjur Gelar Muskorda III, Tegaskan Jurnalis Harus Tetap Kredibel di Tengah Gempuran Distorsi Algoritma

 CIANJUR, agistanews.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) ke-III dengan mengusung tema “Menjaga Kredibilitas di Tengah Distorsi Algoritma.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Bydiel Hotel, Jalan Ir. H. Juanda No. 120, Panembong, Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (08/09/2026).

Muskorda yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga 13.37 WIB tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.O.G., Wakapolres Cianjur, perwakilan Dandim 0608/Cianjur, Ketua DPRD Cianjur, unsur Forkopimda, IJTI Pengda Jawa Barat, serta Pengurus Pusat IJTI.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.O.G., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muskorda III IJTI Korda Cianjur.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, saya mengucapkan selamat dan apresiasi terhadap terselenggaranya Musyawarah Koordinator Daerah yang ke-III IJTI Kabupaten Cianjur," ujar Wahyu.

Menurutnya, keberadaan pers memiliki peran penting bagi pemerintah, bukan hanya sebagai sarana penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga sebagai kontrol sosial.

"Pemerintah daerah memerlukan pers, baik media cetak maupun televisi. Kami membutuhkan pers sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat dan juga sebagai kontrol sosial," katanya.

Wahyu menilai tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin besar, terutama dengan berkembangnya teknologi digital dan media sosial yang memungkinkan siapa saja memproduksi serta menyebarkan informasi.

"Dengan tantangan saat ini, bisa menjadi jurnalis dadakan tanpa pemberitaan yang faktual dan berimbang. Saya sangat terbantu dengan rekan-rekan IJTI, PWI, pewarta dan rekan-rekan jurnalis lainnya," tuturnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak boleh menjadi pemerintahan yang anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan maupun pembangunan.

"Kami sebagai pemerintah menyadari bahwa kami juga manusia, memiliki kekurangan dan keterbatasan. Kami tidak boleh menjadi pemerintah yang anti kritik. Kami siap menerima masukan untuk bersama-sama membangun Cianjur," tegasnya.

Wahyu juga berharap insan pers dapat menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan yang belum tersentuh pemerintah.

"Jurnalis pada akhirnya bukan hanya kamera dan tempat hiburan, tetapi jurnalis itu tentang manusia, tentang suara masyarakat yang tidak berkenan atau memiliki persoalan yang bisa disampaikan," ungkapnya.

Ia berharap informasi yang disampaikan insan pers benar-benar mampu membantu masyarakat sekaligus menjadi bahan bagi pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

Kepada jajaran IJTI Cianjur, Wahyu berpesan agar Muskorda dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, kedewasaan dan toleransi.

"Utamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Saya yakin dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, IJTI Cianjur semakin maju dan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Cianjur," katanya.

Sementara itu, Eron Syah yang terpilih sebagai Ketua IJTI Korda Cianjur menyampaikan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

"Alhamdulillah, ini amanah buat saya untuk keberlangsungan organisasi. Apapun akan saya jalankan. Di tengah pasang surut kondisi media seperti sekarang, kita sebagai jurnalis harus tetap eksis dan tetap berkarya dalam kondisi apapun," ujar Eron.

Ia mengatakan, sejumlah program kepengurusan sebelumnya yang belum berjalan akan kembali dilengkapi dan dilanjutkan dengan melibatkan seluruh jajaran pengurus serta dewan penasihat.

Eron juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi anggota, khususnya bagi anggota IJTI yang belum mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).

"Teman-teman anggota yang belum mengikuti UKJ karena itu memang prosedur yang harus ditempuh di IJTI,maka kita sebagai pengurus harus melibatkan dan mendorong anggota yang belum mengikuti UKJ," jelasnya.

Selain penguatan internal organisasi, Eron menyebut IJTI Korda Cianjur akan menjalankan sejumlah program pelatihan jurnalistik yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari TNI, Polri, pelajar hingga masyarakat umum.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga penting bagi para content creator agar memahami kaidah jurnalistik, khususnya jurnalistik televisi.

"Banyak content creator yang tidak memahami kaidah jurnalistik televisi. Akhirnya banyak yang digugat dan mencederai nama baik jurnalis. Ini penting, bagaimana kita membuat kegiatan untuk content creator dengan kaidah jurnalistik televisi agar mereka memahami aturan jurnalistik," paparnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan dunia media saat ini tidak boleh membuat jurnalis kehilangan arah. Justru, kondisi tersebut harus dijawab dengan menjaga profesionalisme, kredibilitas dan nama baik profesi.

"Kita selalu bersaing dengan distorsi algoritma, tetapi kita harus menjaga eksistensi, kredibilitas, nama baik dan profesionalisme kita," tegas Eron.

Ia juga menyampaikan bahwa IJTI memiliki mekanisme organisasi yang tegas terhadap anggotanya apabila melakukan pelanggaran.

"Di IJTI hukumannya keras. Jika memang berbuat ulah, bisa dicabut keanggotaannya. Karena itu kita akan terus berupaya agar teman-teman bisa hidup dengan karya dan profesi kita tidak mati," katanya.

Eron menambahkan, ke depan IJTI Korda Cianjur akan memperkuat program sekolah jurnalistik, pelatihan internal terkait pengambilan gambar, penulisan naskah, serta berbagai pelatihan lainnya.

"Kita akan menjalankan program-program ke sekolah-sekolah, pelatihan internal, pengambilan gambar, naskah dan lainnya. Kemudian ke tingkat umum, pelajar, TNI dan Polri," pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh insan pers untuk tidak berhenti berkarya dan tetap berpegang teguh pada kaidah jurnalistik.

"Jangan pernah ketika mengambil berita tidak berimbang. Kemudian juga tahan dengan fitnah dan cacian. Selama kita berkarya lurus dan benar, jalani saja," tutupnya. ***Hdi

0 komentar:

Posting Komentar