Cianjur, agistanews.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah cepat untuk melindungi peserta didik dari paparan abu vulkanik yang melanda sejumlah wilayahnya.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, meminta jajaran pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar. Sebagai solusi, pihak sekolah kini diberikan kewenangan untuk menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) atau jarak jauh.
Kebijakan ini diputuskan setelah Bupati berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur serta para kepala sekolah, terutama yang mengelola lembaga pendidikan di wilayah dengan tingkat intensitas sebaran abu vulkanik tinggi.
Menyadari situasi setiap kecamatan atau desa yang berbeda, kewenangan penuh diberikan kepada pihak sekolah untuk mengevaluasi dan memutuskan metode belajar yang paling aman.
"Kami sudah berkoordinasi kepada jajaran Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur dan kepada para kepala sekolah, khususnya yang berada di wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi. Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan untuk pembelajaran online atau daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," ujar Bupati.
Langkah strategis ini diambil agar kegiatan pendidikan di Kabupaten Cianjur tetap dapat berjalan secara optimal tanpa harus mengabaikan kondisi lingkungan serta keamanan siswa maupun tenaga pendidik. ***Hdi






0 komentar:
Posting Komentar