Breaking News

Sabtu, 08 Agustus 2026

Harga Pangan Jadi Perhatian Warga, GPM Cipatat Diserbu, Dede Yusuf Turun Langsung


BANDUNG BARAT, agistanews.com — Harga kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian masyarakat membuat setiap program yang menawarkan pangan dengan harga lebih terjangkau langsung mendapat respons. Bagi warga, program pangan murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk menekan pengeluaran rumah tangga.

Kondisi itu terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sukarame, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (9/8/2026). Antusiasme warga terlihat saat berbagai komoditas kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.

Beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur hingga buah-buahan menjadi sejumlah komoditas yang diburu masyarakat. Harga yang relatif lebih ringan menjadi daya tarik utama warga untuk datang dan berbelanja.

Program yang difasilitasi melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan mitra dari Partai Demokrat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Di tengah antusiasme masyarakat itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Barat II, Dr. H. Dede Yusuf, M.E., ST., M.I.Pol., turun langsung meninjau pelaksanaan GPM.

Kehadiran Dede Yusuf bukan hanya untuk melihat jalannya kegiatan, tetapi juga menyerap respons masyarakat secara langsung terkait manfaat program pangan murah tersebut.

Salah seorang warga, Ibu Eem, warga Kampung Sukamaju RT 04/RW 03, Desa Ciptaharja, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Bagi masyarakat, harga menjadi faktor penting karena kebutuhan pangan merupakan pengeluaran yang tidak bisa ditunda.

Antusiasme warga tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pangan dengan harga terjangkau masih menjadi kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Lebih jauh, GPM tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan penjualan pangan murah. Program ini juga memiliki fungsi strategis dalam menjaga pasokan, membantu meredam gejolak harga komoditas pangan, serta mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimcam Cipatat, Kepala Desa Ciptaharja beserta jajaran aparatur desa, serta kader Partai Demokrat.

Dede Yusuf berharap program pangan murah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Menurutnya, semakin luas jangkauan program, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau harus terus diperkuat. Jangan sampai program seperti ini hanya hadir sesaat, tetapi harus mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Dede Yusuf.

Menurutnya, stabilitas harga pangan berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, penguatan pasokan dan akses pangan murah menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

GPM di Cipatat akhirnya bukan sekadar menghadirkan komoditas pangan dengan harga lebih murah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa harga pangan dan daya beli masyarakat masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. ***Red

0 komentar:

Posting Komentar